TANGERANG, KONTAK BANTEN – Kebiasaan membakar sampah sembarangan menjadi salah satu ancaman serius terhadap keselamatan lingkungan di Kabupaten Tangerang, Banten. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, pembakaran sampah tercatat menjadi salah satu penyebab utama kebakaran sepanjang 2026.
Dari data rekapitulasi yang disampaikan, tercatat sebanyak 845 hingga 846 kejadian kebakaran selama Januari-Oktober 2026. Sebanyak 175 kejadian di antaranya dipicu aktivitas pembakaran sampah.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa berdasarkan klasifikasi penanganan, terdapat 535 kejadian kebakaran ilalang dan sampah, serta 310 kejadian kebakaran yang melanda kawasan industri dan bangunan rumah warga.
Data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran ilalang dan sampah masih mendominasi kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Tangerang.
Pembakaran Sampah Lampaui Korsleting Listrik
Berdasarkan rincian penyebab kebakaran, aktivitas pembakaran sampah tercatat sebanyak 175 kejadian. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan kebakaran akibat korsleting listrik sebanyak 65 kejadian dan kebocoran gas sebanyak lima kejadian.
Sementara itu, kejadian lainnya dipengaruhi berbagai faktor kelalaian manusia atau human error, seperti puntung rokok dan aktivitas pembakaran lainnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama ketika api merambat ke ilalang, lahan kosong, maupun bangunan di sekitarnya.
Lima Kecamatan Jadi Wilayah dengan Kejadian Tertinggi
Kasus kebakaran akibat pembakaran sampah dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan data rekapitulasi BPBD, lima wilayah dengan tingkat kejadian tertinggi meliputi Kecamatan Tigaraksa, Cikupa, Legok, Kosambi, dan Rajeg.
Kebakaran umumnya dipicu aktivitas warga yang membakar sampah ketika membersihkan lingkungan tanpa memperhatikan kondisi sekitar dan potensi penyebaran api.

.gif)