![]() |
| Diskusi Publik tentang Mahar Politik dan Partai ASN di Cafe Endut Kopi Bakar Perhutani, Pandeglang, Jumat, (5/7/2019) |
PANDEGLANG-Pilkada serentak akan diselenggarakan
2020 mendatang. Ada 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak.
Terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.
Kompetisi Politik ini mendapat sambutan
baik dari Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP). Nana
Subana, Koordinator Umum JRDP dalam sambutannya mengharapkan tidak ada
calon tunggal pada Pilkada 2020.
Hadir dalam acara tersebut Titi
Anggraeni, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi
(Perludem) dan Sumardi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Menurut Nana, salah satu indikator
sehatnya sebuah kompetisi politik adalah dengan munculnya banyak
kandidat untuk memperebutkan posisi kekuasaan.
“Bukan malah mengekor kepada kepentingan
politik tertentu dengan jargon asal menang,” ujar Nana saat JRDP
menggelar Diskusi Publik tentang Mahar Politik dan Partai ASN di Cafe
Endut Kopi Bakar Perhutani, Pandeglang, Jumat, (5/7/2019).
Hal lain dari pelaksanaan Pilkada 2020 yang mencuri perhatian publik adalah karena keterlibatan (ASN) dalam politik praktis.
Diketahui pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. JRDP terlibat aktif dalam proses pemantauan Netralitas ASN di 4 Daerah.
Hasil survei Bidang Pengkajian dan
Pengembangan Sistem Komisi ASN tahun 2018 lalu menyebutkan, ada beberapa
faktor penyebab ASN tidak netral, antara lain 43,4% karena adanya motif
untuk mendapatkan atau mempertahankan jabatan, materi, proyek; 15,4%
akibat adanya hubungan kekeluargaan; 12,1% akibat kekerabatan dengan
calon; 7,7% akibat kurangnya pemahaman regulasi tentang netralitas ASN;
serta 5,5% akibat adanya intervensi atau tekanan dari pimpinan.
“Rakyat tentunya butuh abdi negara yang
tidak terkontaminasi kepentingan politik karena hal demikian
dikhawatirkan melemahkan kinerja ASN dalam melakukan pelayanan publik.
Perlu kiranya direkomendasikan sebuah sanksi yang lebih keras manakala
seorang ASN terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat dalam pemenangan
kandidat tertentu,” tegas Nana. (Lb/Red)







0 comments:
Post a Comment