TANGERANG- Film “Cermin Ibu” persembahan dari Kirai Sweet Memories adalah sebuah film yang ditayangkan untuk kaum ibu yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Adapun penayangan film tersebut bertempat di Teater Lubana Sengkol, Kota Tangsel, dalam rangka untuk memperingati Hari Ibu, pada Rabu (22/12).
Film ini mengisahkan tentang kerinduan seorang ibu akan kasih sayang dari seorang anak yang memang sudah cukup lama tinggal di luar Kota. Film ini dibuat hanya berdurasi 15 menit.
Tidak hanya itu, film Cermin Ibu, film yang dibuat khusus untuk memperingati Hari Ibu, yang diperankan langsung oleh tokoh-tokoh ternama yang ada di wilayah Kota Tangsel.
Hj. Lista Hurustiati Ketua Tim (Katim) Corporate Social Responsibility (CSR) Kota Tangsel, yang berperan sebagai Ririn dalam film Cermin Ibu, mengatakan bahwa baru pertama kali terjun ke dunia akting, namun menurutnya, film ini cukup bagus untuk di tonton sekedar untuk mengingatkan betapa besar perjuangan seorang ibu bagi anak-anaknya.
Diketahui dalam film Cermin Ibu ini, sosok Ririn adalah seorang anak yang rela untuk tidak menikah seperti kakak dan adiknya. Hal ini dilakukan karena tidak ingin meninggalkan orang tuanya dan ingin selalu menemani dan merawatnya. Tidak halnya seperti kakak dan adiknya yang pergi dan tinggal di luar kota setelah menikah.
“Ini pengalaman yang paling berharga buat saya, masih ada rasa gugup juga,” ujar Hj. Lista Hastuti.
Baginya film ini sangat menyentuh bahkan sampai menjiwai, bahkan dirinya juga mengaku sempat mengeluarkan air mata dalam memerankan seorang anak dalam film tersebut, hal itu dikatakannya karena dirinya teringat akan kehadiran seorang ibu yang memang sudah tiada.
Karena menurutnya, sosok dan peran dari seorang ibu itu adalah sangat luar biasa bagi dirinya, bahkan bagi semua orang.
“Menjadi seorang perempuan itu, jabatan yang paling utama adalah menjadi seorang ibu, jadi peran perempuan itu tetap bagaimanapun kita sebagai istri dan juga sebagai ibu. Dan anak-anak adalah yang paling utama,” ujarnya.
Dengan dibuatnya film Cermin Ibu ini, setidaknya bisa menjadi cerminan buat semua, karena segala sesuatu kebahagiaan itu ialah adanya saling komunikasi, dan adanya saling keterbukaan serta adanya kasih sayang.
“Meskipun jarak kita berjauhan dari orang tua, namun kita harus tetap memberikan komunikasi untuk memberikan perhatian, dan berharap ini menjadi cerminan untuk masyarakat, khususnya warga Tangsel,” pesannya.
Hal senada juga disampaikan oleh Susi Karanawati selaku pengurus tim CSR Tangsel, yang dalam film Ini berperan sebagai Ibu Marta, seorang ibu yang rindu kepada anak-anaknya.
Susi menuturkan, bahwa memang tidak mudah untuk menjadi pemain film, terlebih baru pertama kali ikut berakting.
“Ini adalah pengalaman perdana saya main di dunia akting perfilman. Ini sangat luar biasa, karena dalam film ini saya berperan sebagai seorang Ibu yang merindukan kasih sayang dari seorang anak yang tinggal di luar Kota,” tutur Susi Karanawati.
Menurutnya, ada pesan moral dari film Cermin Ibu ini yaitu, agar semua orang lebih menyayangi orang tua, walaupun pada saat sedang berada berjauhan dengan orang tua, namun setidaknya harus mempunyai sedikit waktu luang untuk orang tua, karena itu yang sangat membanggakan dan sangat diharapkan oleh orang tua.
“Bukan dari uang atau materi saja yang kita berikan, namun juga kasih sayang yang memang harus kita berikan kepada orang tua. Selagi orang tua kita masih ada, sayangilah mereka,” ucapnya.
Mungkin dalam pembuatan film Cermin Ibu ini masih banyak kekurangannya, namun patut diapresiasi bagi produser dan juga sutradara serta para pemain karena sudah menampilkan yang terbaik karena sudah membuat tontonan yang cukup mengingatkan betapa penting dan besarnya perjuangan seorang ibu






0 Post a Comment:
Post a Comment