< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pertarungan Loyalitas Pada PEMILU 2024

Rabu, 15 Juni 2022 | Rabu, Juni 15, 2022 WIB | Last Updated 2022-06-15T15:04:14Z

 

loyalitas ditopang oleh besar kecilnya barisan pemilih fanatik (strong voters)

Pertarungan loyalitas merujuk pada rekaman derajat kesetiaan tiap-tiap pemilih kepada calon yang dipilihnya selama ini. Semakin tinggi loyalitas pemilih kepada kandidat, semakin kokoh benteng pertahanan yang terbangun.
 
 Dapat dikatakan, kuatnya loyalitas ditopang oleh besar kecilnya barisan pemilih fanatik (strong voters) yang mendukung tiap-tiap kandidat. Sebaliknya, ketika loyalitas yang terbangun tergolong rendah, hanya waktu yang bakal mengisahkan porak porandanya benteng pertahanan.
 
 Rendahnya loyalitas lantaran terisi oleh kalangan yang kurang memiliki fanatisme membuat dukungan itu mudah beralih (swinging voters).
Ketika upaya pendelegitimasian politik kepada calon yang bakal dipilih berlangsung, dengan mudah para pendukungnya pindah ke lain hati. Di sisi lain, rendahnya derajat loyalitas juga tampak bagi para pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters).
 
Pada kalangan ini, menunggu hingga mendekati hari pencoblosan adalah pilihan. Kalkulasi politik, baik rasional maupun emosional terhadap calon Presiden Wakil Presiden kalau di daerah Gubernur Wakil Gubernur , Bupati dan Wakil Bupati , Walikota dan Wakil Walikota  menjadi pergulatan yang mungkin termanifestasikan hingga hari pemilihan.
 
Kisah penguatan loyalitas lebih kental mewarnai persaingan di antara Pasangan Bakal Calon Capres atau Pun Calon Bupati dan Wakil Bupati,Cagub Atau Walikota  kedua pasang calon Capres
Survei yang didesain secara longitudinal dengan mayoritas responden yang sama (panel survei) 
 
Mengungkapkan dinamika loyalitas tersebut. Puncaknya, hasil hitung cepat saat Pemilu Presiden 2019 berlangsung memberi justifikasi sekaligus menggambarkan peta dukungan loyalitas kepada tiap-tiap calon.
T
idak kurang 34 persen responden yang menyatakannya. Proporsi tersebut terpaut jauh di atas puluhan calon presiden lain yang bermunculan, termasuk rival terdekatnya. Dukungan Namun, sejak deklarasi dukungan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden untuk Pusat kalau di daerah  Bupati dan calon Wakil Bupati 2024  bersama koalisi partai pendukung resmi dilakukan, konfigurasi pilihan menjadi semakin dinamis.
 
didukung oleh 42,3 persen pemilih. Peningkatan dukungan, jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, juga berlangsung. Namun, penambahan angka pada pasangan ini hanya 8 persen, atau meningkat sekitar 24 persen.
Di balik peningkatan dukungan, formasi para pemilih loyal kedua pasangan yang terbentuk nyaris sama kuat. Mereka merupakan kalangan yang tergolong strong voters yang dalam orientasi penyikapannya sangat tidak menginginkan (resisten) terhadap calon di luar calon yang mereka dukung. Dari segi proporsi, misalnya, strong voters yang dimiliki
Dari segi dukungan partai politik koalisi pendukung, sebagian besar pemilih partai politik pada pemilu legislatif lalu mulai menunjukkan korelasi dukungan terhadap calon yang dirujuk partainya. Hingga survei terakhir, gradasi dukungan terjadi (grafik 1). Pada lapis pertama, pemilih PDI Perjuangan dan PKS menjadi basis terbesar bagi kedua pasangan calon.
 Pada lapis selanjutnya, para pemilih Nasdem, Gerindra AN, PPP, dan PBB. Sementara di lapis dukungan terakhir ada pemilih PKB, Hanura, PKPI, Golkar, dan Demokrat semacam ini bisa saja diprediksikan akan membalikkan posisi kemenangan di antara kedua kandidat. Apalagi, berdasarkan hasil survei, masih tersisa sebanyak 22,4 persen pemilih yang masuk kategori undecided voters dan 
 
mereka yang merasa enggan menyatakan pilihannya. Mengkaji hasil hitung cepat dan survei pasca pemilu (exit poll), , dengan jarak perbedaan hingga 4,5 persen. Relatif tidak berbeda antara hasil survei sebelum pemilu—lebih khusus lagi dalam proporsi strong voters—dan hasil saat pemilu. Fakta demikian dapat mengindikasikan bahwa upaya menambahkan dukungan dari kedua pasangan hingga saat-saat terakhir menjelang pencoblosan dilakukan kurang signifikan berdampak pada setiap lapisan kalangan. Tampaknya, penguatan dukungan lebih banyak terjadi hanya pada peningkatan derajat loyalitas pendukung. Mereka yang tergolong loyal menjadi semakin loyal. Sementara bagi mereka yang tergolong kurang loyal yang bisa dikategorikan sebagai swing voters menjadi loyal. Sekalipun terjadi perpindahan dukungan, tampaknya berlangsung sama kuat, proporsional di antara kedua calon. Merujuk pada hasil exit poll, terkait dengan kapan pilihan tiap-tiap pemilih terhadap sosok Bupati dan Wakil Bupati dilakukan, cukup memperkuat kondisi tersebut. Terungkap bahwa sebagian kecil pemilih saja (15 persen) yang memutuskan saat mendekati pemilu, itu pun dengan distribusi.

Oleh Sindu Adi Pradono Ketua Analis Kebijakan Publik Jakarta
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update