< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Ribuan Korban Gas Pabrik Es Batu Bocor di Karawaci, Ada Muntah Darah dan Sesak Nafas

Selasa, 06 Februari 2024 | Selasa, Februari 06, 2024 WIB | Last Updated 2024-02-06T10:04:25Z

 

TANGERANG ( KONTAK BANTEN)  Ribuan warga di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang terdampak gas amonia akibat kebocoran pabrik es batu. Mayoritas warga yang sedang terlelap tidur dinihari tadi panik hingga ada yang terpaksa menjebol atap rumah.

Asap putih pekat baunya menyengat. Jarak pandang menyulitkan warga akibat tertutup kabut asap gas. Asep gas amonia membuat nafas sesak dan tidak sedikit warga yang jatuh bertumbangan.

“Ada yang muntah darah di Hermina,” kata Syaiful, warga RT 04, RW 03, Selasa (6/2/2024).

Menurutnya, sekitar 1500 warga tiga RW panik menyelamatkan diri. Mereka langsung dievakuasi ke Taman Nobar.

Syaiful mengakui belum mengetahui jumlah pasti warga korban gas amonia yang dirawat di RSUD Tangerang. “Paling yang punya penyakit asma yang bahaya Muntah darah . Sekarang ini warga tetep waspada,” jelasnya.

Sementara itu terpisah, Purwanto, warga korban gas amonia mengaku jarak rumahnya dengan pabrik es batu sekitar 150 meter. Warga mengendus bau gas menyengat ketakutan lari berhamburan dari kediaman masing-masing.

“Ada tetangga yang teriak-teriakan terus. ‘gas bocor gas bocor’,” ceritanya. Purwanto kembali menutup pintu rumah sambil membangunkan istri dan anaknya yang sedang tertidur pulas.

Kepulan asap semakin terasa menyengat. “Akhirnya atap rumah saya jebolin biar ada udara,” lirihnya mengingat kejadian dinihari tadi.

Purwanto akhirnya pilih keluar rumah bersama seluruh anggota keluarganya. Di pemukiman sekitar suasana warga panik. Warga berhamburan menyelamatkan diri.

Pria itu merasakan matanya perih. Meski demikian Purwanto tetap harus ikut membantu selamatkan warga sekitar menuju rumah sakit.

“Kasihan yang lansia. Sampe ada yang muntah-muntah. Nafas juga terasa sesak banget,” ujar Purwanto.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update