Sunday 7 July 2024

Sudahkah Kita Berbuat Adil ?

 

 

Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan”. (Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia, 1975.) 

Kalimat tersebut seringkali dikutip dalam bentuk quotes di media sosial, dan tidak jarang digunakan sebagai sebuah prinsip hidup bagi beberapa orang, termasuk saya sendiri. Oleh Pramoedya Ananta Toer, seorang sastrawan Indonesia, kalimat ini menjadi sumber inspirasi, namun di sisi lain menjadi koreksi dan kritik bagi diri sendiri dan bagi fenomena kaum intelektual di sekitar kita, yang jauh dari kata ideal dan -bukan hanya dalam berfikir tapi juga- bersikap secara subjektif.

Bahwa setiap orang memiliki akal yang diberikan oleh Tuhan dengan tujuan agar manusia memiliki kehendaknya sendiri. Kehendak tersebut melahirkan sebuah kemampuan untuk mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah hidupnya sendiri, maupun permasalahan sosial di sekitarnya. Akal manusia bukan seperti batu yang keras dan stagnan, tapi justru bersifat dinamis, dan memiliki potensi untuk terus berubah dan berkembang. Perubahan dan perkembangan akal ini berupa perubahan pola pikir yang sangat dipengaruhi oleh faktor sosialisasi dari lingkungan sekitar yang dapat dimaknai sebagaimana arti konvensional, yaitu “circle” pergaulan komunitas masyarakat baik di dunia nyata maupun dunia maya atau Lingkungan yang dapat diartikan juga sebagai sumber literasi, dimana ide-ide yang disampaikan melalui media tulis (buku atau artikel internet). Semua hal tersebut mempengaruhi pola pikir kita, dan perlahan doktrin tersebut membentuk suatu kesadaran dan bahkan membentuk karakter dan menentukan sikap.

Di samping membentuk suatu kompetensi, Lembaga Pendidikan juga memiliki peran dalam proses sosialisasi positif, yang mengajarkan bagaimana yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan. Kaum intelektual atau terpelajar sering disebut sebagai kelompok yang mempunyai kemampuan menyelesaikan permasalahan berdasarkan pengetahuan atau kompetensinya. Namun tendensi terhadap golongan atau pendapat tertentu justru seringkali membuat seorang intelektual berfikir dan bersikap tidak objektif, dan lebih parah, karena tendensi tersebut, beberapa intelektualis seringkali melampaui kompetensinya dalam menganalisa dan menyelasaikan permasalahan di sekitarnya. Bentuknya sering kita temukan dalam realitas kehidupan kita sehari-hari, dimana penyampaian ide, pendapat atau kritik oleh orang-orang tertentu tidak selalu karena ia tahu, melainkan hanya karena enggan untuk dibilang bodoh dan beberapa lain hanya bertujuan untuk memuaskan tendensiusitasnya saja.

Pemikiran orang memang bergantung apa yang ia baca. Seorang pelajar yang mempelajari ilmu hukum tentu akan mengetahui dan memahami disiplin tersebut. Lebih spesifik, pelajar ilmu hukum yang melulu membaca atau mempelajari hukum progresif tentu akan cenderung tidak sepakat dengan ide-ide hukum normatif. Contoh lain, orang yang mengikuti (follow) akun dari fraksi atau kelompok tertentu dan hanya membaca post yang sependapat tentu lambat laun akan melahirkan kecenderungan berfikir terhadap apa yang dibacanya. Dalam hal ini, kemudian lahir kesalahan dalam memahami dan menilai pengetahuan mereka dalam bidang tertentu. Hal ini disebabkan kepercayaan diri (confidence) yang tinggi seseorang yang lahir tanpa diimbangi dengan pengalaman menggali kompetensi. Dalam disiplin ilmu psikologi hal ini disebut dengan Dunning-Krueger Effect.

Sejalan dengan peribahasa “seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk”, seseorang akan memiliki kompetensi yang cukup jika proses pembelajaran atau sosialisasi yang dilakukan tidak dilalui melalui jalan instan. Semakin orang mengetahui kompetensinya, maka semakin ia sadar bahwa banyak hal yang tidak ia tahu dalam kompetensi yang digelutinya. Kesadaran akan sempitnya pengetahuan ini akan melahirkan sikap tawadhu’ atau rendah hati, yang ditandai dengan sikap bijaksana dalam memandang suatu permasalahan dan tidak secara buru-buru dalam bersikap.

Terhadap realitas ini, kita harus selalu berharap dan berusaha agar dihindarkan dari sikap subjektif yang tidak bijaksana tersebut. Dalam upaya tersebut, setidaknya ada 2 kaidah yang saya pegang erat hingga saat ini:

1. Tabayun jika datang berita dari orang fasik (QS. 46: 6)

Tabayun atau mengkonfirmasi kebenaran jika datang informasi dari sumber yang tidak terpercaya atau yang diragukan kebenarannya adalah hal yang harus senantiasa dilakukan. Upaya untuk terus menggali informasi secara berimbang, terus membaca, memahami realitas secara komprehensif, menganalisa dan melakukan komparasi atau perbandingan, dan upaya-upaya lain dalam rangka memahami kebenaran secara utuh adalah bentuk tabayun yang dapat menghindarkan kita dari sikap subjektif yang tidak bijak.

2.Bicara yang baik atau diam (Hadis)

Kebenaran yang bersifat relatif disebabkan ragamnya perspektif, seringkali menjadi model perdebatan dan diskursus dalam kehidupan sehari-hari. Kita boleh saja memperjuangkan kebenaran produksi akal kita sendiri, namun produk akal dan perspektif kebenaran orang lain bisa jadi berbeda. Buruknya pola komunikasi seringkali menjadi penyebab retaknya keharmonisan hubungan sosial, sehingga upaya sosialisasi yang dilakukan seringkali berakhir buruk. Dalam hal ini, kita harus menjaga dan memperbaiki pola komunikasi dan bila sulit dilakukan maka hal terbaik yang harus dilakukan adalah diam sebab manusia terbaik adalah manusia yang mampu menjaga akhlaknya (hadis).

Dinda Rahmayanti Saputri -- Jakarta

Share:

0 comments:

Post a Comment

Minat Klik - PT. Anugrah Cahaya Plafonpvc

UCAPAN IDUL ADHA 1445 H

UCAPAN IDUL ADHA 1445 H

HUT BYANGKARA ADHA PEMERINTAH BENGKULU

HUT BYANGKARA ADHA PEMERINTAH BENGKULU

BAPENDA BANTEN IDUL ADHA 1445 H

BAPENDA BANTEN IDUL ADHA 1445 H

PEMRINTAH BENGKULU HUT BENGKULU

PEMRINTAH BENGKULU HUT BENGKULU

IDUL ADHA 1445 H

IDUL ADHA 1445 H

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

PERKIM KOTA CILEGON IDUL ADHA 1445 H

PERKIM KOTA CILEGON IDUL ADHA 1445 H

BAPENDA PROVINSI BANTEN

BAPENDA PROVINSI BANTEN

IDUL ADHA 1445 H

IDUL ADHA 1445 H

Idul Adha 1445 H

Idul Adha 1445 H

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

BUMN PEDULI BANGSA

BUMN PEDULI BANGSA

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

IBU KOTA NUSANTARA

IBU KOTA NUSANTARA

KONTAK MEDIA GROUP

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

BAPENDA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

PEMERINTAH BANYUWANGI

PEMERINTAH BANYUWANGI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

INFO CPNS DAN PPPK 2023 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

RESOLUSI TAHUN 2024

RESOLUSI TAHUN 2024

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

PEMERINTAH SUBANG JABAR

PEMERINTAH SUBANG JABAR

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TENGAH

PEMERINTAH JAWA TENGAH

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 78 2023

HUT RI KE 78 2023

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PEMERINTAH TANGERANG

PEMERINTAH TANGERANG

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support