![]() |
| Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah memberikan arahan. |
KAB. TANGERANG KONTAK BANTEN – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, meluapkan kekesalannya terhadap molornya pelaksanaan acara sosialisasi paham anti radikalisme di kalangan peserta didik SMA/SMK Sederajat di Kabupaten Tangerang.
Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB.
Namun, acara yang dikemas sinergi lintas sektor pencegahan radikalisme di kalangan peserta didik SMA/SMK Sederajat baru dimulai sekitar pukul 11.20 WIB.
Intan menegaskan, dirinya sangat menjunjung tinggi disiplin dan ketepatan waktu. Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan kegiatan dapat berdampak pada agenda lain yang telah dijadwalkan sebelumnya.
“Karena saya membiasakan diri saya, kalau hadir harus tepat waktu. Kenapa harus tepat waktu karena ke belakang yang sudah disusun tidak acak-acakan,” tegas Intan saat menyampaikan sambutan, Selasa (3/2/2026).
Orang nomor dua di Kabupaten Tangerang itu juga menegur Kesbangpol agar kebiasaan buruk keterlambatan tidak terus berulang. Terutama pada kegiatan yang melibatkan peserta didik.
Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menerapkan disiplin waktu secara konsisten.
“Jadi saya gak mau semua dinas, atau pesertanya jadi ikut-ikutan, melambatkan kegiatan. Itu gak baik buat anak-anak kita kedepannya,” tegasnya..
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang tersebut menekankan, budaya disiplin waktu harus dibiasakan sejak dini, baik kepada pelajar maupun seluruh undangan.
“Siapa pun yang diundang dinas jam 10 itu harus mulai jangan membiasakan budaya jam 10 undangan dimulainya jam 12 atau jam 11,” ujarnya.
Intan berharap kedisiplinan waktunya dapat merubah persepsi publik jika agenda pemerintah daerah dalam berjalan sesuai jadwal.
Untuk mengantisipasi keterlambatan, agar perencanaan waktu keberangkatan peserta diperhitungkan dengan baik, terutama jika jarak tempuh cukup jauh.
“Kalau alasan jauh yang bisa dihitung jam keberangkatannya supaya sampai ke sini tepat jam 9. Saya gak mau ada persepsi acara pemda molor selalu,” tandasnya.
Sosialisasi ini melibatkan siswa-siswi SMA/SMK di Kabupaten Tangerang bertujuan menumbuhkan sikap toleran, cinta damai, dan berwawasan.
Dalam surat undangan yang diperoleh, dimana panitia meminta pihak sekolah mengirimkan peserta didik yang membutuhkan arahan dan pengawasan yang lebih intensif dan termasuk guru pendamping.
“Yang kita undang 200 siswa dengan gurunya dari 109 SMA/SMK. Jadi dua orang dari siswanya satu guru pendampingnya,” kata Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Encep Sahayat.
Encep menegaskan, kegiatan tersebut akan dilakukan bertahap dan nanti akan menyasar ke siswa SMP.
Terkait sorotan Wabup Tangerang acara tersebut, Encep mengakui adanya keterlambatan dimulainya kegiatan tersebut disebabkan kedatangan para siswa yang tidak datang secara serentak.
“Ya memang harusnya jam 9 karena kedatangannya para siswa datangnya serentak. Jadi agak mundur acaranya,” katanya.







0 comments:
Post a Comment