< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Desak Kemen PU dan PR Bertanggung Jawab, Warga Gelar Aksi di Jalan Rusak

Jumat, 10 Februari 2017 | Jumat, Februari 10, 2017 WIB | Last Updated 2017-02-10T01:51:32Z
 
LEBAK, (KB).-Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Cilangkahan (Apec) melakukan aksi di jalan ruas Simpang-Bayah betulan Kampung-Desa Cilangkahan Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (8/2/2017). Mereka menuntut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan PR) segera memperbaiki kerusakan sangat parah di jalan berstatus jalan nasional. Selain itu, mereka juga mendesak aparat penegak hukum menyeret ke ranah hukum jika dalam pelaksanaannya ditemukan penyelewengan. Salah seorang warga, Yeni mengatakan, kerusakan pada jalan ruas Simpang-Bayah sepanjang 2 km lebih betulan dari Kampung/Desa Cilangkahan hingga ke Jembatan Nambo batas antara Desa Cilangkahan dengan Desa Pagelaran Kecamatan Malingping terjadi beberapa bulan setelah selesai dihotmik. ”Jalan ini (Simpang-Bayah) hanya bertahan seumur jagung. Sebelumnya pernah dilakukan penanganan yang tidak jelas siapa pelaksana maupun besar anggarannya serta pelaksanaannya diduga asal-asalan,” katanya.Sekarang ini, lanjut Yeni, kondisi jalan tersebut rusak parah, lubang jalan yang cukup banyak dengan kubangan yang seperti kolam ikan serta sangat dalam untuk ukuran kendaraan roda empat sangat menyulitkan pengendara sehingga tidak sedikit yang mengalami kecelakaan. ”Meski diguyur hujan, namun kami tetap semangat menyuarakan aspirasi agar tuntutan perbaikan atau pembangunan kembali jalan tersebut segera terealisasi karena selaku warga yang dilintasi jalan jelek ini selalu dihadapkan pada kondisi sulit. Kalau hujan becek kalau musim kemarau berdebu,” tuturnya. Hampir senada dikatakan salah seorang aktivis, Malik. Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Kemen PU dan PR terkesan menutup mata bahkan menutupi kesalahan pelaksana pembangunan jalan tersebut. ”Yang kami tahu seharusnya pihak Kemen PU dan PR berkepentingan dalam hal mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Tetapi kenapa jalan yang rusak baru beberapa bulan dibangun malah penanganannya menggunakan anggaran pemeliharaan. Bukankah tanggung jawab pelaksana kegiatan pembangunan jalan ini mempunyai tanggung jawab selama dua tahun?” katanya dengan nada kesal.Sekadar diketahui, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Banten, Subagus mengatakan, secara kuantitas pelaksanaan jalan nasional Cibaliung-Muara Binuangeun-Simpang-Bayah- Cibareno Batas Jabar telah selesai dikerjakan. Pun dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 660 miliar telah terserap. ”Saya sampaikan bahwa jalan ruas tersebut secara kuantitas sudah selesai dikerjakan termasuk penyerapan anggarannya sudah 100 persen sudah terserap,” kata Subagus pada pesta rakyat pentas seni budaya dalam rangka syukuran selesainya pekerjaan pembangunan jalan di lapangan merdeka Kecamatan Bayah, beberapa waktu lalu. Ketika ditanya soal adanya kerusakan pada sejumlah titik di jalan yang baru selesai dikerjakan, Subagus malah terkesan membela pihak kontraktor pelaksana jalan dengan dalih bahwa hal itu masih tanggung jawab kontraktor selama 2 tahun. "Yang namanya manusia itu tidak sempurna termasuk pekerjaan yang dilakukan pihak kontraktor. Itu wajar hanya dengan waktu 6 bulan mereka (pengusaha) dapat menyelesaikan tepat waktu sekalipun masih banyak kekurangan," ujarnya. (
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update