< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Tujuh Rumah Hancur Tertimpa Longsor

Senin, 06 Februari 2017 | Senin, Februari 06, 2017 WIB | Last Updated 2017-02-06T07:20:36Z
LEBAK – Tujuh rumah di Kecamatan Sobang, dan Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, hancur tertimpa longsor, Sabtu (4/2). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Kaprawi mengatakan, longsor yang terjadi di Desa hariang, Kecamatan Sobang akibat tebing yang di wilayah tersebut bergeser yang akhirnya longsor dan menimpa empat rumah milik Rapin, Sarman,Dede dan Anang. Begitu juga longsor yang terjadi di Kampung Bojong Sarung, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong yang merusak tiga rumah warga milik Ijah, Ami dan Bahri yang diakibatkan tebing yang longsor dan menimpa rumah mereka. “Memang daerah tersebut merupakan daerah bertebing dengan kondisi yang sudah kritis karena pohon-pohon besar sebagai penyerap air sudah mulai berkurang,” kata Kaprawi, kepada Banten Raya, Minggu (5/2).BPBD telah menyalurkan bantuan kepada korban. "Yang menjadi prioritas dalam penanganan bencana adalah meminimalisir jatuhnya kerban, serta menyalurkan logistic makanan agar tidak terjadi kelaparan akibat bencana,” ujarnya.Ia mengimbau warga mewaspadai cuaca ekstrem beberapa pekan ke depan. Terpisah, sebuah rumah di Kampung Babadan RT 6 RW 02 Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, ambruk kemarin siang. Dua penghuni rumah yang sedang berada di dalamnya, yaitu Bahro (50 tahun) dan Irfan (16 tahun) terluka karena tertimpa atap dan dinding yang ambruk. Haji Muhari (1938), sesepuh Kampung Babakan, mengatakan bahwa saat kejadian ia sedang berada di ruang tengah rumah Bahro. Dari tempat ia duduk dan tembok roboh hanya berjarak sekitar tiga meter. Sebetulnya ia mengaku mendengar suara derit dari atap tetapi saat itu tidak disangka suara itu sebagai pertanda bahwa atap dan dinding akan roboh.  "Tembok ambruk nimpa dapur dan tempat tidur sampe acak-acakan," kata Muhari kepada Banten Raya, Minggu (5/2). Muhari menyatakan bahwa sebelum atap dan dinding ambruk Bahro sedang memasak nasi untuk para petukang yang akan makan siang di dapur rumahnya. Para petukang itu berada di rumahnya karena sedang memperbaiki dinding rumahnya yang mulai aus. Tak disangka dinding dapur yang membatasi ruang tengah itu malah kemudian ambruk. Ia menyaksikan sebelumnya dinding dapur itu sedang diketuk-ketuk karena akan dibuat menjadi pintu yang baru. "Kejadiannya sekitar jam 11.30," katanya. Batu bata yang berasal dari dinding yang ambruk dan bambu setra genting dari atap rumah menimbun sebagian besar tubuh Bahro. Yang masih bisa dilihat hanya kepala Bahro. Kepala Bahro penuh darah akibat benturan benda keras. Paku besar bahkan tertancap di tengkuknya. Muhari mengaku kondisi Bahro saat itu sangat memprihatinkan. Setelah kejadian itu ia memanggil tetangga dan orang-orang yang ada di sekitar untuk menolongnya mengeluarkan Bahro dari reruntuhan. Ia memperkirakan nyawa Bahro tidak akan tertolong bila tidak segera dikeluarkan dari reruntuhan. "Setengah jam lagi aja udah itu," katanya seraya menambahkan warga dengan susah payah mengeluarkan tubuh Bahro dari puing-puing reruntuhan. Muhriji, adik kandung Bahro, mengaku saat kejadian juga berada di ruang tengah bersama dengan Muhari. Ia sebelum kejadian hanya melihat-lihat para tukang yang sedang bekerja memperbaiki dinding samping rumahnya. Dan tidak disangka ketika itu tembok seketika ambruk dan menimpa kakak perempuannya. “Setelah dikeluarin (dari reruntuhan) langsung dibawa ke rumah sakit umum (RSUD Drajat Prawiranegara),” katanya. Lurah Terumbu M Aeni mengaku sudah mengetahui informasi ambruknya rumah warga tersebut. Namun sejak kemarin ia sedang berada di Bandung bersama camat dan pengurus PKK. Meski demikian ia berjanji setelah pulang dari Bandung akan segera mengunjungi lokasi bencana dan akan melaporkannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Serang. “Saya akan laporkan ke BPBD insya allah Selasalah,” katanya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update