< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Mencetak Wirausahawan Melek Manajemen

Jumat, 17 Maret 2017 | Jumat, Maret 17, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-17T09:59:53Z
Serang-Rabu (15/3/2017), salah satu aula Puri Kayana Kota Serang dipenuhi 250 pemuda. Mereka merupakan wirausahawan muda yang datang dari kabupaten/ kota se-Provinsi Banten. Kegiatan itu diprakarsai Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Banten.  Selama satu hari penuh mereka antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bertajuk "Sosialisasi Sistem Manajemen Informasi Kewirausahaan". Pada kegiatan itu, para peserta bukan hanya mendapat ilmu-ilmu baru dari para narasumber. Akan tetapi, mereka juga memanfaatkan ruang waktu untuk saling berbagi informasi dan pengalaman. Bahkan, dalam acara rehat, sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya soal kewirausahaan dari Kepala Dispora Banten, H. Deden Apriandhi.Deden yang sebelumnya membuka acara tersebut, dengan terbuka melayani dan menjawab berbagai keingintahuan peserta. Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda, H. Yusuf Soufi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan aplikasi Forum Kewirausahaan Pemuda Banten. Hasil yang diharapkan, kata Yusuf, terkumpulnya data wirausaha muda Provinsi Banten. Hal itu diyakininya sangat berguna dalam membantu dan memberikan data wirausaha muda yang akurat dan aktual. "Kegiatan ini diikuti 250 peserta, berasal dari para wirausaha muda Provinsi Banten. Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah konsultan pembuat aplikasi FKP Banten," kata Yusuf. Dalam sambutannya, H. Deden Apriandhi mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berdampak pada perubahan-perubahan mendasar yang membawa bangsa Indonesia menuju paradigma baru memasuki era teknologi informasi dan komunikasi atau TIK. TIK, kata Deden, diarahkan pada ketersediaan jaringan informasi dan data yang menghubungkan instansi pemerintah dalam rangka otomatisasi pelayanan umum. "Pelayanan umum yang cepat, profesional, transparan dan lebih mudah, merupakan harapan seluruh masyarakat," ucapnya.Dikatakan Deden, sistem aplikasi Forum Kewirausahaan Pemuda merupakan aplikasi yang digunakan untuk membantu mendata para wirausaha muda yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dengan dibangunnya suatu sistem fórum kewirausahaan secara daring, maka beberapa proses dalam kegiatan inventarisasi dapat diintegrasi menjadi suatu sistem yang terkomputerasi dengan bentuk tampilan yang mudah digunakan. Ia mencontohkan, bagi pengguna yang bertindak sebagai operator atau tim inventarisasi, maka sistem ini memberikan kemudahan dalam beberapa hal. Misalnya, pencatatan data, pendataulangan, dan catatan historis wirausaha. Sedang bagi pengguna pada level guest (tamu), sistem ini memberi kemudahan dalam akses pencarian wirausaha. "Sementara untuk tipe pengguna, sistem ini memberi kemudahan dalam akses pencarian laporan bantuan," tuturnya. Ia berharap, sistem ini dapat meminimalisasi kekurangan saat inventarisasi seperti yang terjadi dengan sistem manual. Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa proses manual yang harus tetap diberlakukan.Deden menyebut beberapa persoalan perlu diperhatikan dalam manajemen informatika FKP. Pertama, dengan tata kelola data yang baik maka dapat menjadi kekuatan organisasi/ institusi untuk pengelolaan yang lebih efektif dan efisien. Kedua, dalam optimalisasi pengelolaan aplikasi perlu ada sinergi dalam tahapan input, proses dan outputnya. Ketiga, dapat membantu pihak manajemen untuk menentukan fasilitas dan evaluasi kinerja FKP secara berkelanjutan. Keempat, menggunakan sistem informasi yang telah terintegrasi, maka sebuah instansi dapat memantau dengan mudah keadaan di masing-masing unit darah. Oleh sebab itu, Deden mewanti-wanti agar para peserta tidak pelit dalam berbagi ilmu. Ia meminta peserta menyebarluaskan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut. "Penyebarluasan ilmu tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab peserta yang telah menggunakan uang negara. Oleh sebab itu, peserta harus menularkan ilmu yang didapat sehingga diharapkan secara umum dipahami oleh wirausaha muda lain di daerahnya masing-masing," katanya. Dengan terkumpulnya data FKP maka Dispora Banten diharapkannya dapat menyusun rencana kegiatan ke depan. Dengan demikian, kegiatan akan efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update