< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pancasila Seharusnya Masuk Kurikulum Sekolah

Selasa, 14 Maret 2017 | Selasa, Maret 14, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-14T03:10:19Z
 
SAAT ini peran Pancasila sangat penting bagi persatuan bangsa yang mulai memudar. Degradasi moral, munculnya paham radikalisme, ataupun mencuatnya ujaran kebencian antar masyarakat di media sosial dinilai rentan menjadi pemicu konfik horizontal dan terancam keutuhan NKRI.Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) MPR RI Tifatul Sembiring menyatakan, sangat mendukung sosialisasi Empat Pilar dan Nilai Penghayatan Ideologi negara ini masuk ke dalam kurikulum sekolah.”Emosional yang menyebabkan kericuhan membuat persatuan bangsa semakin memudar. Oleh karena itu ada baiknya pengamalan dan penghayatan Pancasila dimasukkan ke dalam kurikulum agar permasalahan ini dapat diperbaiki,” ujar Tifatul dalam diskusi di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/3), dilansir JawaPos.com.Meski demikian, mantan menteri komunikasi dan informatika ini mengaku memasukkan Sosialisasi Empat Pilar dan Penghayatan Pancasila tidaklah semudah yang dikira. Terlebih terkait anggaran yang tidak sedikit.”Sosialisasi ini sudah bergulir sejak 2010, tetapi sudah 7 tahun berjalan persatuan bangsa masih terpecah seperti pada Pilkada DKI Jakarta. Jadi kami sadar hal ini tidak mudah tetapi harus tetap dikoordinasikan dengan kementerian terkait,” tuturnya.Pembicara lainnya, Ketua Fraksi PKB di MPR RI Abdul Kadir Karding menilai dengan kekuatan Pancasila, walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai agama, suku bangsa, dan adat istiadat, Indonesia tetap satu. ”Pancasila adalah kalimatu sawa. Kalimat yang menyatukan jiwa kita sebagai bangsa Indonesia,” ucapnya.Pemaparan lainnya juga disampaikan oleh Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gozali. Ia memaparkan penyebab perpecahan bangsa Indonesia selain akibat dari hilangnya penghayatan akan Pancasila, juga terjadi karena penyampaian pola komunikasi yang salah demi kepentingan politis semata.”Ini akibat komunikasi yang dipelintir demi kepentingan politis semata, yang akibatnya kericuhan terjadi dimana-mana,” imbuh Effendi.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update