Demo dari dua kubu mahasiswa UNIS sempat
bersitegang, namun segera dipisahkan oleh pihak kepolisian yang menjaga
di lokasi tersebut, Jumat (19/5/2017).
|
Tangerang-Demo antar dua kubu mahasiswa di UNIS Tangerang sempat
bersitegang, Jumat (19/5/2017). Kedua pihak tersebut saling dorong
mendorong dan nyaris adu jotos di dalam kampus.
Namun aksi antara mahasiswa dari Keluarga Besar
Mahasiswa (KBM) UNIS Tangerang dan Aliansi Mahasiswa Tangerang mereda
setelah dipisahkan oleh pihak kepolisian.
Aksi ini berawal dari penolakan KBM UNIS terkait diskusi
publik yang digelar pihak eksternal kampus yakni, Himpunan Mahasiswa
Islam (HMI), yang menghadirkan tiga kepala daerah di Tangerang Raya,
dengan alasan kegiatan tersebut bentuk politik praktis di dalam kampus
menjelang Pilkada 2018.
Hal itu mengacu kepada ketentuan SK DIKTI no 26/2002
tentang Pelarangan organisasi ekstra kampus dan Parpol dalam kehidupan
kampus dan Pedoman Dasar Organisasi Kemahasiswaan (PDOK) UNIS Tangerang
dimana setiap kegiatan organisasi eksternal kampus harus seizin badan
eksekutif mahasiswa (BEM).
Kemudian masa HMI bersama organisasi kampus lainnya yang
tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tangerang menggelar aksi balasan,
hingga keduanya bersitegang.
Setelah bebapa jam mediasi antara kedua kubu mahasiswa
yang pro dan kontra itu, akhirnya menghasilkan sejumlah kesepakatan,
yakni pihak rektorat harus meninjau kembali PDOK UNIS.
"PDOK ini tidak ada dasarnya, tidak ada aturan yang
melarang kegiatan organisasi ekstra di dalam kampus, jadi harus
direvisi," kata Rusdi, alumni HMI.
Menurutnya, HMI juga merupakan organisasi independen
yang tidak berafiliasi kepada partai politik, sehingga kegiatan yang
digelar merupakan murni diskusi publik.
"Belum tentu pihak rektorat ataupun BEM bisa menggelar
kegiatan semacam ini. Aturan kampus justru menghalangi adanya kegiatan
yang positif," tukasnya.
Sementara Rektor UNIS Tangerang Mustafa Kamil juga
berjanji akan meninjau kembali aturan tersebut dengan terlebih dahulu
berkoordinasi dengan pemerintah pusat. "Keputusan yang bertolak belakang
dengan Dirjen Dikti akan direvisi," ujarnya.
.gif)