< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Lagi, Satu Pasien Difteri Meninggal

Selasa, 12 Desember 2017 | Selasa, Desember 12, 2017 WIB | Last Updated 2017-12-12T09:29:29Z

Petugas kesehatan dari Puskesmas Serang Kota melakukan vaksinasi difteri kepada seorang balita di Posyandu Cempaka, Lingkungan Benggala Tengah, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (11/12). Sang balita terlihat diam saat divaksin kontras dengan orangtuanya yang terlihat seperti menahan nyer
SERANG – Hari pertama vaksinasi difteri kemarin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten merilis terjadi penambahan kasus wabah difteri di Banten. Sebelumnya ada 68 kasus dan delapan orang meninggal, kemarin menjadi 81 kasus dengan sembilan orang meninggal.
Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinkes Banten drg Rostina membenarkan ada pasien difteri yang meninggal. “Ya Mas, jumlah kasusnya bertambah per hari ini (kemarin-red). Yang meninggal satu orang lagi di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya kepada saat meninjau persiapan penyediaan ruang khusus bagi pasien difteri di RSUD Banten, Senin (11/12).
Perempuan yang akrab disapa Una itu menjelaskan, bertambahnya kasus yang diakibatkan bakteri corynebacterium diptheriae ini karena sosialisasi pencegahan belum menyeluruh. Kasus dengan penderita yang meninggal rata-rata berobat ke bidan desa atau klinik terdekat. Diagnosis awalnya penyakit flu dan batuk, setelah seminggu belum sembuh baru dibawa ke rumah sakit atau puskesmas. Padahal, langkah itu tergolong lambat yang menyebabkan pasien bisa meninggal. “Hari keenam saja sudah terlambat,” katanya.
Kata dia, saat ini pihaknya berupaya melakukan penanganan selain pemberian vaksin yang sedang berjalan juga meminta RSUD menyiapkan sistem rujukan ke rumah sakit yang mempunyai ruang isolasi. “Tadi (kemarin-red), melakukan pengecekan kesiapan ke RSUD Banten untuk memastikan ruang instalasi agar bisa menerima rujukan,” terangnya.
Mengenai pelaksanaan vaksinasi difteri, Una menjelaskan, berjalan lancar. Namun, ada beberapa pusat kesehatan masyarakat (PKM) yang belum melakukan vaksinasi difteri. Ke depan ia akan mendorong agar pelaksanaan vaksinasi berjalan menyeluruh. “Di Banten, ada lima kabupaten kota yang melakukan vaksinasi difteri, yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Tangerang Selatan,” katanya.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten dr Drajat AP mengatakan, sudah menyiapkan ruangan isolasi untuk pasien difteri. Ada dua ruangan yang dapat menampung 12 pasien. “Kami siap menerima pasien difteri,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk penanganan difteri mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), dokter spesialis anak, THT, penyakit dalam, laboratorium, instalasi rawat jalan, dan inap.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update