< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

ASEAN Sepakat untuk Kurangi Disparitas Pembangunan

Jumat, 12 Oktober 2018 | Jumat, Oktober 12, 2018 WIB | Last Updated 2018-10-11T18:02:42Z

PERTEMUAN BILATERAL - Presiden Joko Widodo berbincang dengan PM Singapura Lee Hsien Loong saat pertemuan bilateral di sela Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).
BADUNG - Kepala negara dan pemerintahan negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ ASEAN) sepakat mengurangi disparitas pembangunan antarnegara anggota ASEAN.
Kesepakatan ini dilakukan dalam ASEAN Leaders Gathering (ALG) yang digelar di selasela rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (11/10). Presiden Joko Widodo mengatakan pimpinan ASEAN sepakat terkait pentingnya mengurangi disparitas dan jurang pembangunan di masing-masihg negara anggota dan antaranegara ASEAN.
“Langkah ini penting untuk memastikan no one left behind,” kata Presiden Jokowi didampingi Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menggarisbawahi pentingnya sinergi organisasi kawasan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di samping itu, ia menekankan pentingnya SDGs yang juga menjadi prioritas Indonesia selama Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. “Dalam pertemuan saya menyinggung beberapa hal, yakni pentingnya mulai dipikirkan mekanisme kerja sama kawasan dan global untuk pembangunan berkelanjutan pascabencana,” katanya.
Presiden menambahkan, pentingnya sinergi organisasi kawasan dan internasional serta lembaga keuangan bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). “Terkait ASEAN, penting bagi ASEAN dan PBB menyinergikan ASEAN Community Vision 2025 dengan development agenda 2030. Salah satu tantangan pencapaian SDGs adalah masalah pendanaan,” katanya.
ASEAN Leaders Gathering diikuti Presiden Joko Widodo, PM Singapura Lee Hsien Loong, Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi, PM Brunai Darusalam Sultan Haji Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Samdech Techo Hun Sen, PM Laos Thongloun Sisoulith, PM Malaysia Mahathir Mohamad, Presiden Myanmar U Win Myint, Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte, PM Thailand General Prayit Chan-ocha, PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Managing Director IMF Christine Lagarde, Presiden World Bank Group Jim Yong Kim, dan Sekjen PBB Antonio Guterres.

Mitra Vital PBB

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB, Antonio Guterres. Menurut Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, ada sejumlah hal yang dibahas, di antaranya bencana gempa di Sulawesi Tengah dan perdamaian Palestina.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan Guterres mengapresiasi posisi Indonesia terhadap upaya perdamaian di Palestina. Indonesia juga dianggap sebagai mitra vital bagi PBB dalam menciptakan perdamaian dunia. “Kemitraan Indonesia dan PBB dinilai oleh Sekjen PBB sangat excellent,” ucap Retno.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update