< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Kepalanya Terus Membesar, Warga Solear Ini Butuh Bantuan

Kamis, 18 Oktober 2018 | Kamis, Oktober 18, 2018 WIB | Last Updated 2018-10-18T11:39:02Z

Tatang, 55, Warga Kampung Cikareo RT 06/03, Desa Cikareo, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, menderita penyakit aneh yang membuat kepalanya membesar. (
TANGERANG-Tatang, 55, hanya bisa terbaring lemah di kamar sejak kepalanya tiba-tiba membesar. Warga Kampung Cikareo RT 06/03, Desa Cikareo, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang itu telah tiga tahun bergelut dengan penyakit aneh tersebut.
Dituturkannya, pembesaran di kepala itu dialaminya sejak tiga tahun yang lalu. Awalnya ia sering menderita sakit kepala.
"Lalu muncul bentol-bentol di kepala," tuturnya dengan suara parau saat ditemui awak media di kediamannya, Rabu (17/10/2018).
Berbekal kartu kepesertaan BPJS Kesehatan, ia pun kemudian memeriksakan diri ke RSUD Balaraja. Awalnya ia hanya berobat jalan, lalu pada saat datang kedua kalinya, Tatang pun harus dirawat inap.
Namun, lanjut dia, pihak RS kemudian merujuk ke RS Siloam, Karawaci. Karena pihak RSUD Balaraja keterbatasan perlengkapan medis dan dokter spesialis untuk menangani pembesaran di kepalanya.
"Awalnya diagnosa getah bening, kemudian kanker. Saya juga enggak tahu mana yang benar," imbuhnya.
Tatang yang tidak memiliki pengetahuan bagaimana menjalani rujukan pihak RSUD Balaraja itu pun kebingungan, ia kemudian memilih pulang.
"Saya bingung enggak tau gimana cara ngurus-ngurusnya. Gak punya biaya juga untuk berangkatnya. Pas ke RSUD Balaraja aja diantar mobil desa," sela istri Tatang, Emun, 50 tahun yang setia mendampingi suaminya itu.
Selain di kepala, penyakit itu juga mulai menyerang mata Tatang. Pembesaran mulai terjadi di mata kirinya.
"Ya cuma bisa pasrah aja, pengennya bisa sembuh, tapi mau gimana lagi. Udah coba pengobatan alternatif juga tapi ya tetap begini-begini aja," tambah Emun.
Bahkan, lanjutnya, selama tiga bulan terakhir kondisi suaminya tersebut semakin parah. Tatang kerap tidak bisa tidur karena menahan sakit itu.
"Saya enggak tahu harus gimana lagi. Mau berobat juga enggak punya biaya," imbuhnya diiringi isak tangis.(
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update