< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Mahasiswa Kritisi Proyek DPUPR

Sabtu, 17 November 2018 | Sabtu, November 17, 2018 WIB | Last Updated 2018-11-17T06:06:16Z


PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pandeglang mengkritisi proyek pekerjaan infrastruktur betonisasi jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang.
Para mahasiswa tersebut menilai progres betonisasi Jalan Bojong-Geredug kurang maksimal, karena telah terjadi keretakan. Pekerjaan tersebut dilaksanakan rekanan dari CV Alvin Putra Pratama senilai Rp 819.625.721.
Ketua Pengurus Cabang PMII Pandeglang, Muhamad Basyir menilai, hasil dari pekerjaan tersebut terkesan asal-asalan dan tidak mengutamakan kualitas, sehingga sudah terjadi keretakan. Kondisi tersebut juga akibat lemahnya pengawasan dari pejabat DPUPR.
“Hasil investigasi di lapangan, jalan yang baru dibangun mengalami retak-retak di beberapa badan jalan, karena rekanannya tidak mengutamakan kualitas beton. Diduga proses pembuatan beton kurang bagus. Saya menilai ini akibat lemahnya fungsi pengawasan, sehingga tidak sesuai kualitas pekerjaan yang telah direncanakan,” kata Ketua PMII Pandeglang, Muhamad Basyir kepada Kabar Banten, seusai audiensi di Gedung DPUPR, Rabu (14/11/2018).
Ia mengatakan, DPUPR harus melakukan investigasi dan memberikan sanksi tegas kepada kontraktor, termasuk konsultan pengawas. Selain itu, perlu evaluasi terhadap hasil pekerjaan yang berpotensi merugikan keuangan daerah.
“Atas nama mahasiswa PMII Pandeglang mendesak DPUPR untuk peninjau hasil pekerjaan di lapangan. Jika perlu berikan sanksi tegas terhadap para pihak yang bertanggung jawab dalam pekerjaan tersebut. Segera instruksikan perbaikan dan evaluasi realisasi anggaran proyek agar tidak terjadi kerugian keuangan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Pandeglang, Dana Mulyana menuturkan, pihaknya tidak memiliki konspirasi jahat dengan kontraktor pelaksana. Soal kualitas hasil pekerjaan itu akibat kurang telitinya pemeliharaan pascapengecoran.
“Seperti apa yang disampaikan dalam berita acara audiensi, kami tidak ada kesepakatan jahat dengan pelaksana pekerjaan jalan. Kita sudah sampaikan bahwa kerusakan yang terjadi pada pekerjaan Jalan Bojong-Geredug itu karena perawatan pascacor yang kurang teliti. Sedangkan soal mutu beton itu kita belum bisa sampaikan, karena harus menunggu hasil uji laboratorium yang terakreditasi dari komite akreditasi nasional,” ucapnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update