< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Perekonomian Nasional Pincang

Jumat, 30 November 2018 | Jumat, November 30, 2018 WIB | Last Updated 2018-11-30T00:49:39Z


JAKARTA – Perekonomian nasional pincang. Agar roda perekonomian negeri ini terus berputar dibutuhkan beberapa mesin yakni moneter dan fiskal serta sektor riil.
al ini disampaikan Rizal Ramli, ekonom senior, Kamis (29/11/2018). “Bagaikan pesawat, untuk mengendalikan ekonomi diperlukan dua mesin, yaitu moneter serta fiskal dan sektor riil,” tegasnya.
Rizal memuji bergeraknya mesin pertama atau moneter di bawah Gubernur BI, Ferry Warjiyo yang sangat pro aktif dan ahead of the curve, hingga berhasil menstabilkan rupiah.
Tapi mesin kedua, ia menilai payah. Tak ada terobosan pemerintah di fiskal dan sektor riil. Keduanya tak jalan.
“Kepincangan ini akan berdampak pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 5 persen. Ini akan terus berlanjut, karena andalan utama hanya kebijakan monter saja,” tandasnya.
Minggu yang lalu, lanjut Rizal, BI menandatangani perjanjian curency swap dengan China senilai 28,8 miliar dolar AS atau setara 200 miliar yuan.
Untuk Cina, menurutnya, memang bagus karena memperkuat posisi yuan, tingkatkan hubungan bisnis dengan Indonesia. Untuk Indonesia, agar membantu, terutama untuk menstabilkan rupiah, kurangi peranan dolar AS dalam transaksi valuta.
ADA TEROBOSAN
“Tetapi suplai valuta tidak akan berubah, kecuali ada terobosan berarti di sektor riil. Implikasi geo-politik perlu diperjelas,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan kondisi perekonomian dunia masih diwarnai dengan ketidakpastian sehingga sulit diprediksi dan dikalkulasi.
“Saya kira bapak ibu bupati semuanya juga merasakan betapa ketidakpastian ekonomi dunia itu betul-betul sulit dikalkulasi dan sulit dihitung,” kata Jokowi saat audiensi dengan sejumlah bupati di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, terkait dengan pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus bicara apa adanya. “Berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, kami harus bicara apa adanya bahwa situasi ekonomi dunia sekarang ini masih betul-betul pada posisi yang sangat sulit,” ucapnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update