< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Publik Butuh Sosok Teladan

Rabu, 14 Agustus 2019 | Rabu, Agustus 14, 2019 WIB | Last Updated 2019-08-14T12:00:55Z

JAKARTA - Badan Pembi­naan Ideologi Pancasila (BPIP) akan memberikan apresiasi kepada 74 ikon yang dinilai berprestasi sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan dan kegiatan kes­eharian. Ini dilakukan karena kurangnya sosok-sosok teladan yang diangkat di ruang publik. Saat ini publik butuh banyak sosok teladan.
“Kami berharap apresiasi terhadap saudara kita yang berprestasi di bidang mereka masing-masing ini bisa ditela­dani. Mereka mulai dari olah­raga, sains, penggerak sosial, dan seterusnya itu bisa menja­di bagian dari upaya mengang­kat contoh-contoh yang positif di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Plt Kepala BPIP, Hariyono, di Jakarta, Se­lasa (13/8).
Dengan contoh-contoh yang positif dan patut diteladani ini, BPIP berharap masyarakat merasa punya harapan akan Pancasila. Apalagi melihat pem­beritaan yang muncul di masya­rakat saat ini justru adalah berita pesimisme akan Pancasila.
Menurut Hariyono, Pan­casila sejak awal itu diingin­kan menjadi sebuah ideologi harapan, ideologi yang bisa membangun kebangsaan yang sehat, di mana antar sesama warga tidak saling mendestruk­si elemen lain. Sesama warga mestinya saling memotivasi, mengapresiasi untuk menca­pai tujuan bersama ke depan.
“Dengan begitu kami bera­sumsi bahwa yang namanya orang Pancasilais bukan hanya orang yang mampu mencipta­kan toleransi, kedamaian, dan kerukunan saja. Seorang Pan­casilais juga orang-orang yang berprestasi, tidak hanya di bi­dang sosial tapi juga di semua bidang,” kata Hariyono.
Penelusuran Panjang
Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Rima Agristina menambahkan pemberian apresiasi kepada 74 ikon presta­si Pancasila dalam kategori sains & inovasi, olahraga, seni budaya & bidang kreatif, dan so­cial entrepreneur, ini dilakukan setelah penelusuran yang pan­jang. Data para nominator dida­patkan dari beberapa pihak, Ke­menterian dan Lembaga serta ditelusuri jejak digitalnya.
“Jadi setelah kami buka database yang kami punya ke­mudian kami juga lihat dari be­berapa media yang ada. Kami bersurat kepada Kementerian/Lembaga (K/L). Bergotong-royong dan ada usulan-usulan dari K/L mencalonkan nomi­nator-nominator, sehingga me­nambah database yang kami miliki,” kata Rima.
Rima mengatakan peneri­ma dari 74 ikon prestasi Pan­casila, umur termuda didapat­kan atlit catur cilik, Samantha Edithso (11 tahun), sedangkan nominator tertua didapatkan oleh guru besar dan aktivis pe­rempuan, Saparinah Sadli (96 tahun). Menjadi inspirasi tiada batas usia untuk tetap berkarya bahkan menginspirasi genera­si-generasi muda Indonesia.
“Tadi dikatakan 11 tahun itu masih labil. Justru karena masih labil kok ini berprestasi. Ini bisa memberikan inspirasi yang lain. Pada usia labil pun bisa mem­berikan contoh bagi teman-temannya. Demikian juga yang usia mapan, 96 tahun tahun. Pada usia 96 tahun yang bi­asanya santai dengan keluarga fokusnya, ini masih tetap memi­kirkan Indonesia,” kata Rima.
Rima menjelaskan mereka yang memperoleh apresiasi ini akan ditindaklanjuti dan dilibat­kan dalam kegiatan-kegiatan yang bisa memberikan ketela­danan kepada masyarakat lain.
Perlu diketahui, pemberian apresiasi prestasi Pancasila ta­hun 2019 ini akan dilaksanakan di Tjolo Madoe, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Tidak hanya pemberian apresiasi, terdapat rangkaian kegiatan di Solo dan sekitarnya pada 19-21 Agustus 2019.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update