SERANG – Ketua Asosiasi Badan Perguruan Tinggi
Swasta Indonesia (ABPTSI) Banten Mulya R Racmatoellah menolak rektor
asing, alasannya sumber daya manusia di Indonesia sangat mumpuni,
sehingga pihaknya lebih menciptakan kemandirian Perguruan Tinggi Swasta
(PTS).
“Saat ini kami ingin menciptakan kemandirian, tidak berorientasi
kepada bantuan yang tidak terlaksana, jika kami menciptakan kemandirian
tersebut rekan rekan sivitas akademika perguruan tinggi dapat menjangkau
lebih luas,” ujarnya, Kamis, (26/9/2019).
Menurut dia, bantuan yang diberikan pemerintah dengan mendatangkan
rektor asing tersebut tidak akan tergiur, sebab jika diberikan bantuan
dari luar rata-rata yang sudah terjadi mereka akan terjebak dalam
project dan itu akan mengganggu independensi.
“Perguruan tinggi swasta itu banyak dan direvisinya seperti itu. Jika
rektor asing berada di Banten silakan saja walaupun kami kurang
bersependapat, silakan saja masing-masing karena kita itu demokrasi, dan
siapa saja bisa berpendapat,” ujarnya.
Ia mengatakan, rektor asing dapat memberikan kompetisi dan pimpinan
perguruan tinggi dapat mengambil sisi baik. Pihaknya tanpa adanya rektor
asing dapat melakukan kerja sama dengan perguruan lain di luar negeri.
“Silakan saja untuk kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri
syaratnya mereka tidak boleh langsung. Untuk kerjasama saja tidak bisa
langsung direct investment, contoh jika ada perguruan tinggi luar ingin
berinvestasi di Serang itu tidak bisa, harus ada kolaborasi dengan
perguruan tinggi setempat,” ujarnya.

.gif)