< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Presiden Joko Widodo Bertemu Dengan Pimpinan Redaksi Media Massa

Rabu, 04 September 2019 | Rabu, September 04, 2019 WIB | Last Updated 2019-09-04T06:14:01Z


BERTEMU PEMRED MEDIA MASSA I Presiden Joko Widodo menerima para pemimpin redaksi media massa di Istana Merdeka, Jakarta Selasa (3/9). Pada pertemuan tersebut Presiden menjelaskan sejumlah persoalan antara lain, mengenai pemindahan ibu kota, situasi terkini di Papua, dan calon pimpinan KPK.
KARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan kawasan ibu kota baru di Provinsi Ka­limantan Timur bukan hanya untuk gedung kementerian serta lembaga saja. Pemerin­tah juga menyiapkan lahan untuk permukiman masyara­kat umum.
“Lahan yang disediakan untuk dijual ke masyarakat umum seluas 30.000 hektare dari total lahan yang dipatok untuk ibu kota,” kata Presiden saat berbincang dengan se­jumlah pemimpin redaksi me­dia massa di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9).
Pemerintah sudah menen­tukan lokasi yang akan dija­dikan ibu kota negara sebagai pengganti DKI Jakarta. Daerah yang dimaksud berada di seba­gian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada kajian kom­prehensif yang dilakukan oleh Bappenas selama sekitar tiga tahun terakhir.
Presiden memastikan, harga jual lahan akan dibuat ter­jangkau oleh warga. “Misalnya kita jual dua juta rupiah per meter saja harganya, kita su­dah bisa dapat 600 triliun ru­piah,” ujar Jokowi.
Angka tersebut, tegas Presiden, tentu sudah dapat me­nutupi kebutuhan anggaran pembangunan ibu kota baru sebesar 466 triliun rupiah. Bah­kan, apabila rencana ini ter­laksana, sumber pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) boleh jadi tidak diperlukan lagi. Presiden meyakini, ma­syarakat tertarik untuk bermu­kim di ibu kota baru.
“Ini ibu kota negara lho. Sia­pa yang tidak mau membeli ta­nah seharga begitu? Mungkin tiga hari (baru dibuka), sudah habis,” lanjut Presiden.
Bangunan Pertama
Pada kesempatan itu, Ke­pala Negara juga menjelaskan bahwa bangunan pertama yang akan dibangun pemerintah di ibu kota baru adalah tempat-tempat ibadah. Setelah tempat ibadah, yang akan dibangun se­lanjutnya adalah Istana Kepresidenan, ruang-ruang terbuka hijau, kemudian baru gedung-gedung kementerian/lembaga.
“Mengapa tempat ibadah, supaya dapat berkah,” ujar Presiden.
Presiden menjelaskan to­tal luas ibu kota baru dipatok 180.000 hektare, namun tak se­luruhnya didirikan bangunan. Dari jumlah itu, hanya 40.000 hektare yang akan dikembangkan, baik untuk gedung-gedung pemerintah maupun permuki­man. Dari lahan seluas 40.000 itu, sebanyak 10.000 hektare yang akan diperuntukkan bagi gedung-gedung pemerintah.
“Tahap yang pertama, akan dikembangkan dulu 4.000 hek­tare (dari 10.000 hektare yang diperuntukkan bagi gedung pemerintah). Pada lahan seluas 4.000 hektare inilah tempat-tempat ibadah, Istana Kepresidenan, ruang terbuka hijau, serta gedung kementerian/lembaga akan didirikan perta­ma kali,” ujar Jokowi.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update