SERANG – Wakil Gubernur Banten
Andika Hazrumy meminta Dewan Pendidikan Provinsi Banten, melakukan kajian
ilmiah terkait sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal
itu diungkapkan Andika saat berdialog dengan pengurus Dewan Pendidikan Provinsi
Banten di ruang kerjanya, di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa
(24/9).
Menurut Andika, Pemprov Banten
membutuhkan input atau masukan persoalan dan perkembangan dunia pendidikan di
Banten, sebab Dewan Pendidikan merupakan wadah para stakeholder
pendidikan di Banten bernaung. Menurut Andika, masukan dari Dewan Pendidikan
kepada Pemprov Banten bersifat wajib karena sudah menjadi tugas pokok fungsi
lembaga tersebut. “Persoalan pendidikan sifatnya dinamis, jadi harus dievaluasi
secara rutin,” kata Andika kepada wartawan usai dialog.
Andika menambahkan, upaya
perbaikan bidang pendidikan di Provinsi Banten, utamanya pendidikan menengah
atas yang menjadi kewenangan Pemprov Banten. “Tadi kami diskusi persoalan
sistem zonasi PPDB, dimana banyak orangtua murid memprotes kebijakan pemerintah
pusat tersebut. Dewan Pendidikan harus melakukan kajian sehingga jadi masukan
untuk PPDB 2020,” kata Andika.
Andika melanjutkan, sistem
zonasi PPDB 2019 banyak diprotes masyarakat sehingga harus ada penyesuaian
terhadap kebijakan pemerintah pusat tersebut. “Dewan Pendidikan Banten kita
minta melakukan kajian terkait hal tersebut,” tambah Andika.
Sementara Ketua Dewan
Pendidikan Provinsi Banten Dadang Setiawan mengatakan, pihaknya sengaja
melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur, karena sebelumnya telah melakukan hal
serupa dengan Gubernur Banten Wahidin Halim. “Intinya tadi Pak Wagub sangat
terbuka dengan masukan-masukan dari kami, bahkan kami diminta diskusi secara
berkala untuk dapat membahas persoalan pendidikan secara intensif,” ujarnya.
Dadang menambahkan, pihaknya
siap melakukan kajian terkait sistem zonasi PPDB, sehingga tahun depan tidak
lagi memicu protes dari masyarakat. “Sistem zonasi ini memang tujuannya baik,
tapi praktiknya di lapangan masih banyak persoalan. Kami saat ini sedang
melakukan kajian khusus,” ungkapnya.
Selain persoalan Zonasi, kata
Dadang, persoalan pengangguran yang didominasi lulusan SMK sempat dibahas
bersama dengan Andika. “Pak Wagub juga meminta kami untuk melakukan kajian
terkait keberadaan SMK yang sesuai dengan kebutuhan warga, sehingga lulusannya
bisa diserap dunia industri,” ungkapnya.

.gif)