SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang
menerapkan pelayanan puskesmas selama 24 jam, untuk meningkatkan
pelayanan salah satunya persalinan. Hal tersebut, dalam menekan angka
kematian ibu dan anak.
Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, bagi keluarga tidak mampu,
pelayanan persalinan sudah dibuka selama 24 jam serta tidak dibebankan
biaya atau gratis. Bahkan, anak yang baru lahir akan langsung dibuatkan
akta kelahiran secara gratis oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil (Disdukcapil).
“Persalinan 24 jam ini di puskesmas kota terima, kemudian setelah itu
anaknya nanti diberikan akta kelahiran juga gratis, langsung
insyaallah,” katanya pada peluncuran kartu Indonesia sehat (KIS),
deklarasi pelayanan puskesmas 24 jam dan penandatanganan MoU antara
Dinas Kesehatan dan Disdukcapil Kota Serang di Puskesmas Kilasah,
Kasemen, Kota Serang, Rabu (2/10/2019).
Kemudian, pemkot juga akan membagikan KIS kepada 42.000 warga kurang
mampu di Kota Serang. Saat ini, sudah 95 persen masyarakat tercover,
baik secara mandiri maupun penerima bantuan iuran (PBI).
“Kalau tidak memiliki KIS (persalinan gratis) itu syaratnya diberikan
keterangan oleh RT atau RW dengan diketahui lurah atau SKTM,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ikbal menuturkan, saat
ini Kota Serang memiliki 16 puskesmas yang tersebar di seluruh
kecamatan. Saat ini sebanyak 10 puskesmas yang akan buka pelayanan
selama 24 jam. Sementara, sisanya sudah lebih dulu memiliki layanan
rawat inap.
“Jadi, kami ada 16, jadi yang 6 itu sudah ada rawat inap, yang 10 belum, mulai hari ini (kemarin) kami akan semua,” ucapnya.
Terkait angka kematian ibu dan anak di Kota Serang, tutur dia, saat
ini sudah mengalami penurunan cukup signifikan. Bahkan, hingga tiga kali
lipat dari 2018 yang tercatat 24 kasus meninggal dan tahun ini hanya
tercatat 7 kasus.
“Dibandingkan tahun kemarin itu 24 sampai Desember 2018 sekarang kan
hampir setengahnya, mudah-mudahan dengan adanya begini kami akan
turunkan lagi,” katanya.

.gif)