< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Reses di Kecamatan Petir, Muhsinin Siap Perjuangkan Honor Guru Madrasah Diniyah

Minggu, 24 November 2019 | Minggu, November 24, 2019 WIB | Last Updated 2019-11-24T11:31:47Z
 
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten Muhsinin saat reses di Pondok Pesantren Modern Daar Et Taqwa di Kampung Cigodeg, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Jumat (22/11/2019).*
SERANG, (KB).- Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten Muhsinin berjanji akan memperjuangkan honorarium guru madrasah diniyah yang selama 19 tahun sejak Provinsi Banten berdiri belum pernah diberikan. Hal itu diungkapkan saat dirinya menggelar reses di Pondok Pesantren Modern Daar Et Taqwa di Kampung Cigodeg, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Jumat (22/11/2019).
Hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat Ustaz Halimi, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Serang Aminudin, Ketua MUI Kecamatan Petir Sugiri dan puluhan guru madrasah Diniyah dari Kecamatan Petir dan Cikeusal.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten Muhsinin mengatakan, dirinya sudah berjanji akan mendatangi para ustaz dan guru madrasah diniyah karena merupakan mayoritas pendukungnya. “Saya akan terus kunjungi seluruh kecamatan. Setiap reses yang didahulukan ustaz karena saya tidak akan tinggalkan guru diniyah,” ujarnya kepada Kabar Banten di lokasi.
Politisi Golkar itu akan memperjuangkan honor guru madrasah diniyah di Provinsi Banten. Sebab selama 19 tahun Banten berdiri, guru madrasah diniyah belum pernah merasakan APBD untuk honorarium mereka. “Ini sudah langkah awal saya perjuangkan di Banten,” ucapnya.
Di Kabupaten Serang, dirinya mengaku sudah berhasil memperjuangkan honorarium untuk para guru madrasah diniyah, meskipun besaran tidak seberapa. “Kalau idealnya mah semua inginnya besar minimal Rp 500 ribu dari Banten. Kalau Kabupaten Serang Rp 200 ribu. Karena di Kabupaten Serang ada 6.180 guru madrasah diniyah,” ujarnya.
Sementara se Provinsi Banten ada sekitar 40 ribu guru madrasah diniyah yang tersebar di 8 kabupaten/kota. “Kalau madrasah ada 20 ribu, dapatnya Rp 500 ribu sudah lumayan. Minimal rata-rata Rp 10 miliar (per kabupaten/kota) berarti hanya Rp 80 miliar, itu kecil untuk provinsi. Nanti diklasifikasi untuk Cilegon dan Kota Serang kecil. Mulai 2021 ini. Kalau ini (tahun 2020) sudah ketinggalan tapi saya sudah suarakan,” tuturnya.
Ketua FKDT Kabupaten Serang Aminudin menyampaikan terima kasih kepada Muhsinin yang memberikan perhatian terhadap madrasah diniyah. “Memang perlu berharap dewan benar-benar perhatikan. Sedangkan untuk provinsi dari zaman pak Rano sampai sekarang diniyah belum dapat perhatian,” ujarnya.
Oleh karena itu kata dia, ketika ada dewan asal kabupaten yang perhatian pada diniyah akan terus dikejar agar bisa tersentuh oleh Provinsi Banten. “Besarnya dari Kabupaten Serang Rp 200 ribu, mudah mudahan dari provinsi Rp 500 ribu, enggak usah muluk-muluk,” katanya.
Menurutnya, perhatian tersebut sangat penting karena guru madrasah diniyah turut berperan mencerdaskan bangsa. Banyak orang bisa membaca Alquran, mengetahui ilmu agama, fikih dan lainnya karena ada Diniyah. “Saya mohon provinsi jangan melihat saja tapi berikan bantuan,” ucapnya.*
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update