Jakarta- Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan proaktif menyambut perkembangan terkini terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota yang berlaku Senin (14/9/2020).
“Karena kesehatan lebih utama, mari kita sama-sama saling menjaga
sebab program sosial yang dijalankan Komite merupakan satu kesatuan
dengan kesehatan. Kita tidak mungkin menerapkan kesehatan tapi rakyat
tidak makan, sulit bekerja. Oleh karena itu TNI, Polri, Satgas
Penanganan Covid-19 akan aktif dalam penegakan disiplin dan operasi
yustisi di area-area yang terduga menjadi klaster baru termasuk di
wilayah perkantoran agar protokol kesehatan dijalankan lebih ketat,”
ujar Erick Thohir di Jakarta, Minggu (13/9/2020).
Dalam kebijakan terbaru ditetapkan bahwa akan terdapat penyekatan terbatas terhadap semua kegiatan yang berlangsung di Jakarta. Kegiatan perkantoran yang meliputi 11 sektor, lalu kantor pemerintahan/ASN, dan perusahaan swasta diputuskan tetap berjalan dengan syarat dibatasi menjadi 25%, dan akan berlangsung selama dua minggu.
Dukungan pemerintah pusat terhadap kebijakan pemerintah daerah
menurut Erick, sudah jelas, yakni totalitas dalam penegakan disiplin
terkait Inpres Nomor: 6/2020. Operasi yustisi yang melibatkan TNI dan
Polri untuk Kampanye Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan dalam rangka
Operasi Yustisi Penggunaan Masker Pilkada 2020 Yang Aman, Damai dan
Sehat.
“Pemerintah tetap semaksimal mungkin menjaga kesehatan dan penegakan disiplin terus ditegakkan, keberadaan vaksin tetap diprioritaskan, dan ke depannya ekonomi akan bergerak kembali,” katanya.

.gif)