![]() |
| Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati |
JAKARTA - Pemerintah telah menyalurkan anggaran untuk kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp40,32 triliun. Angka ini setara 41,2% dari total pagu anggaran sebesar Rp97,90 triliun.
Secara
rinci, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah
telah menyalurkan insentif untuk tenaga kesehatan pusat dan daerah
sebesar Rp5,5 triliun atau setara 77% dari total pagu anggaran yakni
Rp7,22 triliun.
"Mereka yang selama ini berjuang dan masih terus
berjuang. Kita harus tetap membantu mereka agar mereka tetap bisa
diringankan dengan kita semua melakukan disiplin protokol kesehatan,"
ujarnya dalam acara konferensi pers virtual, Senin (30/11/2020). Menurut Sri Mulyani, insentif tersebut telah disalurkan kepada 68,35%
tenaga kesehatan baik yang ada di pusat maupun daerah. Selain itu,
pemerintah juga memberikan santunan kepada para tenaga kesehatan yang
meninggal dunia.
Pemberian insentif ini dilakukan kepada 125
keluarga dengan dengan total anggaran Rp400 miliar. Santunan itu setara
dengan 63% dari pagu anggaran yang disiapkan yaitu Rp600 miliar. "Dan
ini harus terus mengingatkan kita untuk terus berupaya sekali lagi
mencegah penularan Covid-19," ucapnya.Selain insentif tenaga kesehatan dan santunan kematian, dana anggaran
kesehatan digunakan untuk dana belanja penanganan Covid-19 yang
terealisasi Rp25,03 triliun atau 55% dari pagu Rp45,19 triliun.
Lalu,
anggaran gugus tugas Covid-19 yang terealisasi Rp3,22 triliun atau 94%
dari pagu Rp3,43 dan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang
terealisasi Rp2,7 triliun atau 90 persen dari pagu Rp3 triliun.
Terakhir insentif perpajakan bidang kesehatan yang terealisasi Rp3,78
triliun.







0 comments:
Post a Comment