< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Awas! BPK & KPK Pelototi Program Vaksin Corona

Rabu, 13 Januari 2021 | Rabu, Januari 13, 2021 WIB | Last Updated 2021-01-13T11:29:45Z
 

Jakarta -Pemerintah akan mulai melakukan program vaksin COVID-19  Gong dari program ini adalah penyuntikan vaksin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Program ini akan dilakukan kepada 181,5 juta orang atau setara 70% dari penduduk Indonesia. Itu artinya dibutuhkan anggaran yang luar biasa besarnya, apalagi vaksin akan diberikan secara gratis.

Untuk memastikan proses pengadaan hingga distribusi  vaksin COVID-19  tidak diselewengkan, pemerintah pun bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan ikut mengawasi.

Pengawasan itu disepakati setelah adanya pertemuan antara Ketua BPK Agung Firman Sampurna,Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kemarin.

Pertemuan itu diselenggarakan atas permohonan audiensi dari Kementerian BUMN ini. Ketiga pimpinan tersebut membahas pelaksanaan pengadaan dan distribusi vaksin yang dilaksanakan dalam kondisi kedaruratan (emergency) gelombang kedua pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia.

"Sesuai dengan mandat, kami akan melaksanakan pemeriksaan untuk memastikan bahwa kegiatan pengadaan dan distribusi vaksin COVID-19 telah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan," kata Agung dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/1/2021).

Agung menjelaskan bahwa diskusi juga membahas berbagai permasalahan yang terindikasi sebagai risiko dalam kegiatan pengadaan dan distribusi vaksin.

"Permasalahan tersebut meliputi antara lain risiko finansial dalam pengadaan dan distribusi vaksin serta isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait keamanan, efikasi, dan efek samping, serta pelaksanaan distribusi vaksin kepada masyarakat melalui kerjasama dengan pemerintah daerah dan rumah sakit," tambahnya.

Pemerintah juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawal proses pembelian hingga distribusi vaksin Corona. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan dengan melibatkan KPK maka segala potensi korupsi dalam pengadaan maupun distribusi vaksin COVID-19 dapat dicegah sedini mungkin.

"Pada kesempatan ini saya dan Pak Menteri BUMN hadir ke KPK untuk membicarakan mengenai pengadaan vaksin dan sedikit mengenai proses vaksinasinya. Sehingga kita bisa secara transparan, bertukar pikiran dan meminta bantuan KPK untuk mengawasi," kata Budi, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/1/2021).

Menurut Budi potensi korupsi bisa terjadi mulai dari pembelian, distribusi, hingga penyuntikan vaksin COVID-19.

"Pertama kan vaksin ini pembeliannya sifatnya khusus, perusahaannya nggak banyak di dunia. Akibatnya proses pengadaan yang biasa, seperti tender, BD, open document, seperti itu kan susah untuk dilakukan dan negosiasi mengenai harganya akan sulit dilakukan karena memang sifatnya yang terbatas di seluruh dunia," ujar Budi.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update