< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

HNW: Empat Pilar Hasil Konsensus Bangsa Wajib Dipertahankan

Sabtu, 25 September 2021 | Sabtu, September 25, 2021 WIB | Last Updated 2021-09-25T16:23:11Z

 

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan Warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (25/9). (Foto: Ist)

 JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid  menegaskan, umat Islam memberi kontribusi yang sangat besar bagi kemerdekaan  Indonesia. Bahkan peran itu dilakukan oleh para ulama dan umat Islam, diberbagai wilayah diseluruh Indonesia.

Di  Madura  dikenal ada seorang ulama besar di kemudian hari, dua orang santrinya dikenal sebagai KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan, masing-masing sebagai pendiri Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Baik KH. Hasyim Asy'ari maupun KH. Ahmad Dahlan, keduanya pernah mengenyam ilmu dari Syaikhona Muhammad Kholil yang dikenal juga sebagai Syaikhona Kholil  al-Bangkalani.

"Syaikhona Kholil al-Bangkalani sangat layak dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional. Saya selaku Wakil Ketua MPR ikut mendukung usaha tersebut, meski beliau sendiri tidak pernah mengharap. Tetapi kita sebagai penerus, tentu merasa senang jika orang yang kita hormati mendapat penghargaan yang layak. Apalagi, baik KH. Hasyim Asy'ari maupun KH. Ahmad Dahlan, sebagai santrinya sudah mendapat anugerah Pahlawan Nasional," kata Hidayat Nur Wahid.

Pernyataan itu disampaikan Hidayat secara virtual, saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan Warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Acara tersebut merupakan kerjasama antara MPR dengan Yayasan Dakau Lamak, berlangsung di Kabupaten Sumenep, Sabtu (25/9).

Selain Hidayat, acara tersebut juga menghadirkan anggota MPR Fraksi PKS Ahmad Syaikhu sebagai pembicara pendamping. Ikut hadir pada acara tersebut Ketua Yayasan Dakau Lamak Dr. Mohammad Hidayaturrahman, Ketua Umum DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan, Sekretaris DPW PKS Jawa timur Ahmadi, Ketua umum DPD PKS Sumenep Rimbun Hidayat, dan Sekretaris DPD PKS Seumenep Manansyah.

Peninggalan sejarah dari jejak langkah Syaikhona Kholil, menurut Hidayat, patut ditiru dan menjadi inspirasi bagi masyarakat Sumenep. Terlebih ketika bangsa Indonesa memperingati pengkhianatan PKI  pada bulan September ini.

"Jasa ulama bagi bangsanya sangat besar. Tetapi keselamatan mereka selalu terancam. Pada September 1948, saat pecah peristiwa Madiun, para ulama, santri dan pondok pesantren menjadi korban kekejaman PKI. Zaman sekarang keamanan ulama juga belum sepenuhnya terjaga. Terbukti masih banyak ulama yang mengalami penyerangan oleh orang-orang tak bertanggung jawab, termasuk  ketika mereka menjalankan tugasnya membina masyarakat," kata Hidayat menambahkan.

Baik peristiwa pengkhianatan PKI maupun maraknya kasus penganiayaan ulama, kata HNW, sapaan akrab Hidayat Nur Wahid menjadikan isyarat bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR masih sangat dibutuhkan.

, Pancasila UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika adalah hasil kesepakatan seluruh bangsa. Termasuk kesepakatan para ulama dengan kelompok nasionalis sehingga ada titik tengah yang bisa diterima kedua pihak. Karena itu, seluruh kesepakatan tersebut, harus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata HNW lagi.

Sementara itu, anggota MPR Fraksi PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, sosialisasi tidak hanya diberikan kepada masyarakat umum. Tetapi juga anggota DPR, TNI, Polri dan pejabat di lingkungan eksekutif. Itu artinya seluruh bangsa Indonesia berhak mengikuti sosialisasi MPR.

"Diharapkan, setelah menerima sosialisasi, bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Sementara bagi mereka yang kerap menyampaikan sosialisasi, mudah-mudahan bisa menginspirasi, agar lebih baik dalam mengaktualisasikan pada kehidupan mereka," kata Syaikhu menambahkan.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update