< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

APTISI Dorong Akreditasi Menjadi Sunah

Kamis, 20 Oktober 2022 | Kamis, Oktober 20, 2022 WIB | Last Updated 2022-10-20T04:35:55Z

 


TANGERANG ( KONTAK BANTEN)—Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) mendorong agar akreditasi tidak lagi menjadi hal wajib, melainkan sunah bagi perguruan  tinggi (PT). Sebab merujuk hasil penelitian, kualitas sebuah PT justru meningkat apabila timbul atas kesadaran diri.

Ketua APTISI Pusat, Prof Budi Djatmiko ditemui usai Muswil APTISI Banten di Ballroom Padang Golf Modernland, Kota  Tangerang, Rabu (19/10/2022) menyampaikan, dirinya sudah bertemu dengan mantan Ketua Badan Akreditasi Nasional  Perguruan Tinggi (BAN PT) Prof Mansyur Ramli serta telah mengkaji bahwa di negara-negara  maju akreditasi justru tidak wajib (sunah).

“Dengan catatan mereka diberi satu arahan, self accreditation dengan  SPME (Sistem Penjaminan Mutu Eksternal) yang bagus, semua pihak harus memiliki kesepakatan  termasuk perguruan tinggi DIKTI, bahwa memperbaiki diri itu penting,” ujarnya kepada wartawan.

Budi Djatmiko juga menambahkan, berdasarkan penelitian, bila perguruan tinggi merasa semakin penting akan  kualitas, maka akan menjadi semakin bagus. Dengan kata lain, kualitas bukan ditekan dari luar, melainkan timbuk dari diri sendiri. “Maka kita juga sudah bincang-bincang dengan Komisi X DPR RI, dengan berbagai pakar  kita akan dorong akreditasi supaya disunahkan. Dengan tujuan kita dorong perguruan tinggi itu  belajar self evaluation, karena kalau dipaksa-paksa mereka tidak ada kesadaran,” ujarnya.

Kesadaran itu pula ujarnya yang kemudian membuat perguruan tinggi di berbagai negara maju menjadi  bagus. “Yang kedua kita akan dorong DIKTI, badan akreditasi dan lembaga akreditasi akan menilai  dengan sistem block chain. Saya sudah presentasikan ke BAN PT, LAM PT juga ke Dikti bahwa  konsep dengan block chain itu semua terjadi kejujuran baik perguruan tinggi maupun dosen, semua  kegiatannya diupload ke awan (cloud), nanti semua masyarakat bisa melihat kinerja semua perguruan tinggi,”ucapnya.Dia juga mengatakan, selama ini pemerintah mengeluarkan ratusan miliar setiap tahun untuk kualitas  PTN, tapi nyatanya tidak ada yang mencapai 100 besar dunia. “Karena tadi itu, dipaksa-paksa,”  terangnya. Selain itu, selama ini lembaga pemeringkatan seperti World Class University, 4ICU, Webometrics juga tidak pernah  datang ke kampus-kampus, tapi mereka bisa meranking. “Tapi kenapa pemerintah percaya? Ya, karena sistem mereka bagus dalam  melakukan penilaian,” ucapnya. Untuk itu, ucapnya hal serupa juga perlu diterapkan pada BAN PT maupun LAM PT, yakni  bisa membuat sistem penilaian bagus dan terpercaya. “Sehingga kesibukan PT bukan membuat borang melainkan, melainkan membuat  kualitas mereka jauh lebih bagus dan inovatif,” terangnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update