< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Halal Bi Halal PMWC Nahdlatul Ulama Ciputat Timur Gandeng Alumni SMP Candra Naya 79 Jakarta

Selasa, 16 Mei 2023 | Selasa, Mei 16, 2023 WIB | Last Updated 2023-05-16T15:51:04Z

 


TANGERANG ( KONTAK BANTEN)  Halal bi halal Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (PMWC NU) Ciputat Timur gandeng Alumni SMP Candra Naya Angkatan tahun 1979 Jakarta, di aula Kantor Kelurahan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (13/5).

Hadir dalam halal bi halal tersebut Ust. Suhud sekaligus membacakan Kalam Ilahi, Ketua MWC NU Ciputat Timur, Ust. Nuryasin, Ketua PC NU Kota Tangerang Selatan KH. Abdullah Mas’ud, KH. Imam Abda, SQ., M. Iqbal Bacaleg Partai Gerindra Dapil Ciputat Timur, Alumni SMP Candra Naya 79 Jakarta, kader MWC NU Ciputat Timur, serta Barisan Serbaguna (Banser) Ciputat Timur.

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.30 wib, dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Ust. Suhud, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua MWC NU Ciputat Timur, Ust. Nuryasin, selanjutnya sambutan oleh Lurah Pondok Ranji, Drs. Midih, Mag., serta sambutan Sekretaris Tanfidziyah PC NU Kota Tangerang Selatan, KH. Muzahir.

Ceramah agama dengan thema “Kerukunan Antar Umat Beragama” disampaikan oleh KH. Imam Abda, SQ.

Sementara itu, kegiatan halal bi halal ini  juga diramaikan oleh aksi kepedulian sosial oleh MWC NU Ciputat Timur dan Alumni SMP Candra Naya 79 Jakarta, serta diakhiri dengan Orientasi Kerja Pengurus NU se-Ciputat Timur oleh KH. Abdullah Mas’ud.

KH. Imam Abda, SQ., dalam satu salah ceramahnya mengatakan, fitrah manusia, yang pertama, ingin selalu mendekat kepada Allah. “Jadi, berdoa kepada Allah adalah hak semua orang. Siapapun yang ingin bahagia dunia dan akhirat maka giring manusia itu untuk mendekat kepada Allah,” paparnya.

Ini menjadi tugas kita semua, wabil khusus yang bergabung dalam Nahdlatul Ulama, tambahnya.

Yang Nomor dua, fitrahnya manusia selalu ingin hidup harmonis dengan sesame manusia. Karena secara fakta, manusia tidak diciptakan dalam satu golongan dan agama Islam selalu menjunjung tinggi kebenaran. Semua  pengikutnya bahkan semua manusia harus memegang prinsip-prinsip kebenaran dan kebenaran itu sifatnya universal. Bagi manusia pergunakan kemampuannya secara lumrah pasti bisa mengikut kebenaran itu,” terangnya.

Kebenaran tidak boleh disabotase atas nama suku, ras, atau golongan, pungkasnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update