MEDAN ( KONTAK BANTEN) Sejumlah empat unit bus listrik telah tiba di Medan pada Sabtu
(30/12/2023). Empat unit bus tersebut sebelumnya tiba melalui Pelabuhan
Belawan, Medan.
Mobil listrik tersebut akan dilaunching oleh
Wali Kota Medan pada 4 Januari 2024. Launching direncanakan dipusatkan
di kompleks J-City yang menjadi halte titik awal keberangkatan sebagai
angkutan massal modern.
Bus listrik tersebut merupakan kolaborasi
Pemko Medan dengan berbagai pihak. Ini adalah secara perdana Pemko
Medan memiliki bus listrik. Sebelumnya, mobil listrik telah digunakan
oleh Wali Kota dan jajaran Forkopimda.
Sebelumnya, Kepala Dinas
Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis menjelaskan peluncuran bus listrik
ini sebagai tahap operasional Bus Rapid Transit (BRT) yang saat ini
sedang dalam proses finalisasi DED.
“Pada 4 Januari, kami akan
akan melakukan operasional satu koridor angkutan massal dengan
menggunakan bus listrik. Operasional bus listrik ini disediakan secara
gratis untuk warga Kota Medan,” ujar Iswar beberapa waktu lalu.
Iswar
melanjutkan, titik awal keberangkatan koridor bus listrik ini adalah
dari J-City, Kecamatan Medan Johor. Kemudian dari J-City menuju ke Jalan
Karya Wisata, masuk ke AH Nasution. Kemudian ke Jalan Jamin Ginting
untuk mengakomodir warga, termasuk mahasiswa.
Dari Jalan Jamin
Ginting bus listrik akan melalui Jalan Pattimura, Jalan Sudirman, dan
Jalan Diponegoro seiring dengan bertambahnya halte ataupun bus stop di
sepanjang rute tersebut. Yang paling utama dalam konsep pelayanan ini
adalah tepat waktu. “Kami harapkan masyarakat tetap menunggu di halte
yang telah ditentukan. Bus tidak akan berhenti selain di halte-halte
yang telah ditentukan. Waktu berhentinya juga sebentar, paling 15 detik,
buka pintu, turun-naik, berangkat. Jadi kami harapkan masyarakat
melihat jadwal keberangkatan,” katanya.
Iswar mengatakan, bus
listrik ini merupakan percontohan di Medan dan masih menggunakan lima
atau enam unit bus listrik. “Lima atau enam bus tersebut sudah dapat
kami setting jadwalnya, pada jam sibuk berangkat setiap lima belas menit
dan di luar jam sibuk atau sepi setiap setengah jam,” katanya seraya
menjamin kenyamanan penumpang.
Sepanjang rute yang dilalui
bus listrik akan dibangun 46 halte. Halte tersebut akan dikombinasikan
dengan halte yang sudah ada serta penambahan bus stop, yang berupa rambu
modern.
Di satu sisi, Pemko Medan berencana
menyediakan 30 persen dari total bus BRT yang akan beroperasi menjadi
angkutan massal, berbasis pada kendaraan tenaga listrik. Hal itu seiring
bertambahnya pengguna mobil listrik di Kota Medan.
Hal
itu dikatakan Walikota Medan Bobby Nasution saat meresmikan stasiun
pengisian kendaraan listrik di halaman kantor walikota Medan, Selasa
(12/12/2023) sore. "BRT kita itu 30 persennya nanti bisa menggunakan
kendaraan listrik. Ke depannya pengisian daya, mudah - mudahan di kota
Medan bisa berjalan dengan baik juga," ucap Bobby.
Bobby
mengatakan, rencana penyediaan bus listrik BRT akan dibarengi dengan
pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna
memfasilitasi kendaraan berbasis listrik. Pembangunan akan melibatkan
pihak ketiga sebagai owner pengadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
Umum di sejumlah titik jalan.







0 comments:
Post a Comment