< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pilkada 2024, Warga Tangsel Ancam Pilih Kotak Kosong

Selasa, 23 Juli 2024 | Selasa, Juli 23, 2024 WIB | Last Updated 2024-07-23T13:56:30Z
 
Tokoh-tokoh pendiri Kota Tangerang Selatan yang tergabung dalam FORMATS menyatakan sikap bila warga Kota Tangerang Selatan akan memilih kotak kosong pada Pilkada 2024 bila hanya terdapat calon tunggal, Selasa (22/7/2024).
 
 
TANGERANG ( KONTAK BANTEN  Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan bakal memilih kotak kosong pada Pilkada serentak 2024. Lantaran, mereka khawatir pesta demokrasi yang dihelat 27 November mendatang direkayasa dengan satu pasangan calon.

Demikian disampaikan Pendiri Kota Tangerang Selatan dan Ketua Forum Bersama Membangun Kota Tangerang Selatan (FORMATS), Sonny FL Trisatria. Menurutnya, sikap yang diambil adalah wujud kegalauan melihat politik jelang Pilkada akibat dugaan penggiringan opini satu calon.

"Bila satu calon, artinya pembunuhan demokratisasi, suara rakyat adalah suara Tuhan tidak akan terpenuhi. Sehingga calon pemimpin Banten dan Tangsel tidak sesuai dengan aspirasi warga termasuk pada pendiri Tangsel," ujarnya, Selasa (22/7/2024).

Sonny menyatakan, berkaca pada Pilkada Sumatera Utara dan Jawa Timur serta melawan kotak kosong. Pilkada akhirnya diulang kembali dengan menghadirkan calon berbeda, karena kotak kosong menang.

"Inilah yang bisa dilakukan teman-teman untuk melakukan perlawanan seandainya calonnya cuma satu. Kita berharap, berilah masyarakat Tangsel ini pembelajaran demokrasi yang benar dan berilah masyarakat pilihan, siapapun calonnya," ucapnya.

Tokoh lainnya yang juga sekretaris FORMATIS, Heri Sumardi, mengatakan warga Tangsel menginginkan calon-calon pemimpin yang memahami karakteristik masyarakat. Sebagimana disampaikan juga bahwa Tangsel lahir tidak dengan sendirinya.

"Tangsel lahir dengan perjuangan, dimana masyarakat yang ribuan berbondong-bondong meminta Tangsel bisa berdiri. Alhamdulillah kemudian muncul UU Nomor 51 Tahun 2008," kata Heri.

"Kita tidak menginginkan tiba-tiba di tengah perjalanan ketika pembangunan sudah berhasil dibajak pihak lain. Orang yang mengatasnamakan partai politik pusat kemudian membajak, melakukan manipulasi dan sebagainya, sehingga Tangsel terlepas dari karakteristiknya," ujarnya.

Dia menegaskan sikap para pendiri Tangsel mengimbau masyarakat untuk bisa menolak, dan memberikan masukan ke pemerintah pusat. "Pesannya, kalau Pilkada ini direkayasa hanya memilih satu pasangan calon bakal tidak ada yang datang ke TPS," ujarnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update