< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Balawista Lebak minta nelayan waspadai tinggi gelombang empat meter

Minggu, 08 September 2024 | Minggu, September 08, 2024 WIB | Last Updated 2024-09-08T10:53:29Z

 


  Rangkasbitung ( KONTAK BANTEN Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak Banten meminta para nelayan di daerahnya untuk mewaspadai tinggi gelombang Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia yang mencapai empat meter.

 
"Kami berharap nelayan maupun waspada tinggi gelombang Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia empat 4 meter untuk menghindari kecelakaan laut," kata Ketua Balawista Kabupaten Lebak Erwin Komarasukma saat dihubungi di Rangkasbitung Lebak, Minggu.
 
Berdasarkan laporan BMKG bahwa tinggi gelombang Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia berkisar antara 2,5 meter hingga empat meter pada Minggu (8/9) dan Senin (9/9).
 
Dengan demikian, nelayan pesisir Selatan Banten mulai dari Pantai Binuangeun, Tanjung Panto, Suka Hujan, Cibobos, Cihara, Panggarangan, Bayah, Pulomanuk, dan Sawarna agar waspada jika melaut untuk menghindari kecelakaan laut.
 
Sebab, katanya, pada pekan kemarin seorang nelayan yangs endang pencari rumput laut mengalami kecelakaan setelah diterjang ombak besar di Pantai Goa Sangir kawasan Sawarna dan ditemukan meninggal dunia.
 
"Kami minta nelayan waspada jika melaut agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya menjelaskan.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah meminta nelayan tradisional di wilayahnya agar menggunakan rompi pelampung saat melaut guna menjaga keselamatan di tengah tingginya gelombang Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia itu.
 
Selama ini, nelayan di Kabupaten Lebak ada sekitar 3.600 orang, namun penggunaan rompi relatif kecil, sehingga sering menimbulkan kecelakaan laut.
 
Penggunaan pakaian pelampung itu sangat bermanfaat untuk menghindari kecelakaan laut.
  "Kami mengingatkan agar semua nelayan tradisional memakai pelampung jika cuaca buruk untuk keselamatan jiwa," katanya.
Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun Kabupaten Lebak Wading mengatakan, sejak beberapa hari terakhir ini nelayan tradisional tidak melaut akibat cuaca buruk yang ditandai gelombang tinggi disertai angin kencang.
 
Para nelayan tradisional yang tidak melaut itu menggunakan tangkapan perahu dan mesin motor tempel.
 
Sebab, tinggi gelombang di perairan Banten selatan atau Samudra Hindia berkisar antara 2,5 meter sampai 4.0 meter, sehingga kondisi demikian, para nelayan tradisional itu tidak berani melaut untuk menghindari kecelakaan laut.
  "Semua nelayan yang tidak melaut itu sebagai anggota koperasi dan kini mereka usaha lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," katanya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update