TANGERANG KONTAK BANTEN Sejumlah sekolah tingkat SMP di Kabupaten Tangerang kembali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka, setelah sebelumnya menjalankan pembelajaran daring sesuai imbauan Dinas Pendidikan. Keputusan ini diambil lantaran kondisi wilayah dinilai sudah kondusif dan aman.
Salah satunya, SMP Mandiri Serdang Kulon di Kecamatan Panongan. Sekolah ini telah kembali melakukan pembelajaran tatap muka sejak Selasa (2/9), setelah sebelumnya sempat melaksanakan pembelajaran daring pada hari Senin (1/9).
“Sekolah sudah tatap muka sejak Selasa. Daring-nya hanya sehari, pada hari Senin kemarin,” kata Kepala SMP Mandiri Serdang Kulon, M. Khotib, saat ditemui Satelit News, Rabu (3/9).
Khotib menjelaskan, kembalinya KBM secara luring ini berdasarkan keputusan yayasan dengan mempertimbangkan situasi keamanan yang telah membaik. Selain itu, kegiatan tatap muka dinilai lebih efektif dalam pengawasan siswa secara langsung.
“Karena situasi sudah kembali kondusif, maka diputuskan KBM dilanjutkan secara tatap muka,” jelasnya.
Hal serupa juga dilakukan oleh SMP Islam Asyukroniyah di Kampung Cakung, Desa Babat, Kecamatan Legok. Sekolah tersebut memulai kembali pembelajaran luring pada Rabu (3/9), setelah dua hari sebelumnya mengikuti pembelajaran daring.
“Tatap muka baru mulai hari ini, Rabu. Senin dan Selasa kemarin kita masih daring,” ujar Rizki Luctamana, salah satu guru SMP Islam Asyukroniyah.
Rizki menambahkan, awalnya sekolah berencana mengikuti pembelajaran daring hingga Kamis (4/9) sesuai surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Namun, karena situasi di wilayah sekitar dianggap aman dan stabil, sekolah memilih mempercepat kembali ke sistem tatap muka.
“Situasi di Cakung kondusif, jadi kami mulai kembali tatap muka sambil persiapan untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” tambahnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mengeluarkan surat edaran yang mengimbau seluruh SD dan SMP di wilayahnya untuk menggelar pembelajaran daring sejak Senin (1/9) hingga Kamis (4/9). Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika sosial dan politik yang sempat meningkat beberapa waktu lalu. (
.gif)