< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Bupati Serang Ratu Zakiyah Melayat Korban Rumah Ambrol di Ciruas

Saturday, 7 March 2026 | Saturday, March 07, 2026 WIB | Last Updated 2026-03-07T10:36:53Z
 
 
KABUPATEN SERANG KONTAK BANTEN  Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengunjungi kediaman korban rumah ambrol di Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas,, Sabtu 7 Maret 2026. Dalam kejadian itu salah seorwng warga bernama Umayah (46) meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan rumahnya pada Kamis malam 5 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.
Sementara putranya, Uktira (17), mengalami luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Rumah roboh akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan rapuh, diperparah oleh hujan deras pada malam kejadian.
“Rumahnya memang bangunan lama. Struktur temboknya dari bata lama dan bagian penyangga cornya masih menggunakan kayu yang sudah puluhan tahun sehingga mengalami pelapukan. Ditambah hujan deras, akhirnya rumah itu roboh,” katanya.
Dalam kunjungannya, Bupati Serang menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.
“Hari ini saya datang ke rumah warga kami di Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas. Semalam saya mendapat kabar dari Pak Camat bahwa ada rumah warga yang roboh dan menyebabkan korban jiwa, yaitu Ibu Umayah. Putranya saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Hermina,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah.
Ia menyampaikan belasungkawa secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kabupaten Serang kepada keluarga korban.
“Pertama, secara pribadi dan pemerintah daerah kami menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. Ini adalah musibah, namun mungkin juga menjadi evaluasi bagi kami untuk lebih detail melihat kondisi rumah warga, terutama yang tidak layak huni,” katanya.
Menurutnya, dari tampilan luar rumah tersebut terlihat seperti rumah yang layak dihuni. Namun setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata struktur bangunan di dalamnya sudah rapuh karena merupakan rumah lama.
Bupati meminta pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan ulang rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Ciruas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya minta kepada Pak Lurah dan Pak Camat untuk melakukan investigasi dan pendataan ulang rumah tidak layak huni. Kalau perlu masuk ke dalam rumah untuk mengecek struktur bangunannya,” katanya.
Ia menambahkan, program bantuan rumah tidak layak huni harus diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia miskin, penyandang disabilitas, serta kepala keluarga perempuan yang kurang mampu.
Selain itu, Pemkab Serang juga memastikan korban yang masih menjalani perawatan akan tetap mendapatkan penanganan medis.
“Untuk pengobatan korban saat ini masih menggunakan BPJS dari perusahaan tempat almarhumah bekerja, yaitu PT Nikomas. Jika nanti sudah tidak aktif, maka pemerintah kabupaten akan menanggungnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen terhadap bangunan rumah yang roboh tersebut.
“Hasil asesmen menunjukkan rumah ini merupakan bangunan lama dengan struktur yang sudah tidak layak. Batanya bata mentah dan perekatnya dari tanah liat. Dari luar memang terlihat bagus, tapi secara struktur sudah sangat rapuh,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Serang berencana memberikan bantuan pembangunan kembali rumah tersebut melalui program rumah tidak layak huni (RTLH).
“Nanti penanganannya akan kita bangun kembali. Kemungkinan tipenya antara tipe 28 sampai tipe 36. Perkiraan anggaran pembangunan sekitar Rp50 juta,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini pendataan RTLH lebih banyak berdasarkan kondisi visual dari luar bangunan. Ke depan, pihaknya akan melakukan asesmen lebih mendalam, terutama terhadap rumah-rumah tua di sejumlah wilayah seperti Ciruas, Kragilan, dan Lebakwangi yang banyak memiliki bangunan lama.
Pemkab berharap peristiwa ini menjadi perhatian bersama agar kondisi rumah warga dapat lebih diperhatikan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update