![]() |
SERANG KONTAK BANTEN – Sebanyak 707 mahasiswa resmi diwisuda dalam Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2026 yang digelar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Auditorium Kampus Sindangsari, Kabupaten Serang, Sabtu (23/5/2026).
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru. Momen tersebut menjadi penanda langkah baru para lulusan untuk memasuki dunia profesional sekaligus mengabdi kepada masyarakat.
Wisuda dibuka langsung oleh Ketua Senat Untirta, Rudi Zulfikar, dan dihadiri Rektor Untirta Fatah Sulaiman beserta jajaran wakil rektor, anggota senat, dekan, dan sivitas akademika.
Rektor Untirta Soroti Tantangan Generasi Muda
Dalam sambutannya, Fatah Sulaiman menyampaikan kuliah umum bertajuk “Kunci Para Jawara Muda Menghadapi Situasi Masa Kini dan Tantangan Masa Depan”.
Ia menyoroti berbagai tantangan yang kini dihadapi generasi muda, mulai dari krisis literasi sejarah dan budaya, derasnya arus globalisasi, hingga disrupsi digital yang dinilai dapat mengikis identitas bangsa.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal utama untuk menghadapi masa depan.
“Wisuda bukan hanya sekadar menunjukkan gelar, melainkan menjadi yang berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena perspektif ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang dapat dibagikan, menyongsong sesama, dan menjadi perubahan baik bagi lingkungan sekitar,” ujar Fatah.
Ia menegaskan, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu tampil sebagai inovator dan agen perubahan di tengah perkembangan zaman.
Selain itu, para lulusan juga didorong memiliki pola pikir global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
“Mahasiswa harus mampu bersaing di tingkat internasional dengan menguasai bahasa asing, memahami dinamika dunia, sekaligus menjaga kedaulatan digital dan ekonomi Indonesia,” katanya.
10 Lulusan Terbaik Raih Penghargaan
Dalam prosesi wisuda tersebut, Untirta juga memberikan penghargaan kepada 10 lulusan terbaik dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan.
Beberapa di antaranya yakni Alvira Sofia Fadillah dari D3 Manajemen Pemasaran dengan IPK 3,75, Inaya Dassyifa dari Fakultas Hukum dengan IPK 3,91, Gina Martiana Pratiwi dari FKIP dengan IPK 3,91, hingga Bahrul Alam dari Program Magister Administrasi Publik yang berhasil meraih IPK sempurna 4,00.
Salah satu lulusan terbaik yang turut mencuri perhatian ialah Alya Assyifa Fajrin dari Fakultas Pertanian dengan raihan IPK 3,96.
Dalam pidatonya mewakili wisudawan, Alya menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh lulusan agar terus belajar dan berkembang menghadapi tantangan masa depan.
“Kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar, berkembang, dan menghadapi tantangan yang akan menjadikan kita lebih tangguh. Semoga ilmu dan pengalaman selama perkuliahan dapat bermanfaat serta membawa kita menjadi pribadi yang memberi dampak positif bagi sekitar,” ujarnya.

.gif)