
Kepala BPSDMD Provinsi Banten, E.A. Deni Hermawan,
SERANG KONTAK BANTEN — Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten mengikuti pelatihan Data Visualization yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi ASN sekaligus mendukung pelayanan publik berbasis digital yang lebih efektif dan profesional.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten. Fokus utama pelatihan adalah memperkuat kemampuan ASN dalam mengelola, menganalisis, dan menyajikan data secara informatif agar mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat dan cepat.
Kepala BPSDMD Provinsi Banten, E.A. Deni Hermawan, mengatakan perkembangan teknologi informasi menuntut ASN untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan sistem kerja modern yang semakin berbasis data.
“Jadikan kegiatan pelatihan ini sebagai sarana peningkatan kapasitas diri sebagai ASN. Karena tantangan sekarang lebih besar, khususnya di bidang teknologi,” ujar Deni, Kamis (7/5/2025).
Dorong ASN Adaptif terhadap Teknologi
Menurut Deni, pengembangan kompetensi menjadi bagian penting dalam membentuk kualitas dan profesionalitas ASN. Saat ini, aparatur pemerintah tidak hanya dituntut memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung pelayanan masyarakat.
Ia menjelaskan, kemampuan pengolahan dan visualisasi data menjadi kebutuhan penting di era pemerintahan modern. Dengan visualisasi data yang baik, informasi dapat disampaikan lebih mudah dipahami sehingga membantu proses evaluasi program hingga pengambilan keputusan strategis.
“Pengembangan kompetensi menjadi salah satu indikator penting dalam perjalanan karier ASN. Profil pegawai akan dipengaruhi sejauh mana ASN aktif mengikuti pendidikan dan pelatihan,” katanya.
Selain itu, BPSDMD bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten juga terus melakukan pemetaan potensi ASN melalui asesmen berbasis data dan sistem manajemen talenta. Langkah tersebut dilakukan agar pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan berjalan lebih objektif dan terukur.
Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris dan Literasi Digital
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi terkait visualisasi data, tetapi juga kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang dinilai penting dalam menghadapi perkembangan informasi global serta tuntutan pelayanan publik modern.
Menurut Deni, penguasaan bahasa asing menjadi nilai tambah bagi ASN agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, referensi internasional, hingga sistem pelayanan digital yang terus berkembang.
“ASN saat ini harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” jelasnya.
Materi Antikorupsi Jadi Penguatan Integritas ASN
Pelatihan juga menghadirkan sejumlah pemateri yang memberikan penguatan terkait integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih. Salah satu pemateri, Nurhana, menekankan pentingnya pemahaman ASN mengenai bahaya korupsi di lingkungan pemerintahan.
Ia menjelaskan, korupsi merupakan tindakan penyalahgunaan kekuasaan yang berdampak merugikan negara dan masyarakat.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, korupsi merupakan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang merugikan keuangan negara maupun perekonomian negara,” ujarnya.
Nurhana menilai, penguatan pemahaman antikorupsi penting dilakukan agar ASN tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Peserta Nilai Pelatihan Sangat Bermanfaat
Ketua kelas pelatihan, Ucu Sastra, mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pemanfaatan teknologi informasi dan pengelolaan data di lingkungan kerja.
Menurutnya, kemampuan visualisasi data saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung efektivitas pelayanan publik serta mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat maupun pimpinan instansi.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan yang baik bagi ASN untuk meningkatkan kompetensi, terutama dalam penguasaan visualisasi data yang saat ini sangat dibutuhkan dalam mendukung pelayanan publik dan pengambilan keputusan,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Pemprov Banten berharap ASN mampu menjadi aparatur yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi transformasi digital dalam sistem pemerintahan modern.

.gif)