< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Edukasi APAR untuk Rumah Tangga, Tinawati Andra Soni Dorong Keluarga Tanggap Kebakaran di Banten

Selasa, 05 Mei 2026 | Selasa, Mei 05, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-05T09:50:00Z

 

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni,


KOTA SERANG KONTAK BANTEN— Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menegaskan pentingnya keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah sebagai langkah awal penanganan kebakaran.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti pelatihan keluarga tanggap bencana rumah tangga di Gedung PKK Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (4/5/2026).

“Hari ini kami telah melaksanakan pelatihan cara memadamkan api ketika terjadi kebakaran di rumah atau di dapur. Kegiatan ini difasilitasi oleh tim Damkar Satpol PP Provinsi Banten,” ujarnya.

Simulasi Penanganan Kebakaran hingga Ancaman Lain

Tinawati menjelaskan, salah satu materi yang paling berkesan dalam pelatihan tersebut adalah simulasi langsung penanggulangan kebakaran di rumah, khususnya di dapur yang rawan terjadi insiden.

Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan terkait penanganan situasi darurat lain, seperti menghadapi binatang berbahaya, termasuk ular.

Menurutnya, peran pemadam kebakaran saat ini tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya di masyarakat.

Dukung Standar Pelayanan Minimal

Tinawati menambahkan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya dalam memberikan edukasi kepada keluarga.

“Hal ini sangat penting bagi ibu rumah tangga dalam penanganan awal ketika terjadi kebakaran agar tidak merambat ke area lain,” katanya.

Waspada Korsleting dan Kebocoran Gas

Di lokasi yang sama, Kepala Satpol PP Provinsi Banten, Nana Suryana, mengapresiasi inisiatif pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana rumah tangga.

Menurut Nana, kebakaran rumah tangga pada musim kemarau umumnya disebabkan oleh korsleting listrik dan kebocoran gas.

“Masyarakat harus memperhatikan penggunaan listrik, seperti tidak menumpuk stopkontak untuk alat berdaya besar,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kabel listrik di rumah. Jika sudah usang, kabel sebaiknya segera diganti guna mencegah risiko kebakaran.

Dengan edukasi dan pelatihan yang tepat, diharapkan masyarakat, khususnya keluarga, dapat lebih sigap dalam menghadapi kondisi darurat serta meminimalisir risiko kebakaran di lingkungan rumah tangga.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update