KAB SERANG KONTAK BANTEN — Forum Pendidikan Satuan Paud Sejenis dan Kader Bina Keluarga Balita Kabupaten Serang menggelar pelatihan eksklusif tentang kesehatan mental bagi para guru sebagai upaya membangun fondasi pendidikan menuju terwujudnya generasi paripurna Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (14/5/2026) itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Aber Nurhadi serta Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang Haerofiatna.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Pokja Bunda PAUD serta perwakilan anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PAN.
Diikuti Hampir 250 Guru dari Berbagai Jenjang
Ketua FP SPS IKBA Kabupaten Serang Kuratu Akyun mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesehatan mental para tenaga pendidik agar mampu memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan penuh kebahagiaan kepada siswa.
Menurutnya, guru yang memiliki kondisi mental sehat akan lebih mudah mentransfer ilmu, membangun karakter murid, serta menciptakan suasana belajar yang positif di lingkungan sekolah.
“Pesertanya sebanyak hampir 250 dari guru SD, Guru PAUD bahkan ada dari SMP. Jumlah sekolah ada 148 yang tersebar di semua kecamatan di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Pelatihan tersebut diikuti guru dari berbagai jenjang pendidikan mulai PAUD, SD hingga SMP yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Serang.
Kesehatan Mental Guru Dinilai Sangat Penting
Kuratu menegaskan selama ini guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, namun bukan berarti guru tidak memiliki tekanan, rasa lelah, maupun kejenuhan dalam menjalankan tugas mendidik.
Karena itu, menurutnya kesehatan mental guru harus menjadi perhatian bersama mengingat guru memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan mental peserta didik.
“Jadi kesehatan mental guru perlu diperhatikan, karena kalau satu guru bermasalah mentalnya, maka sama dengan merusak 30 mental murid,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa guru tidak dituntut menjadi sosok yang sempurna, tetapi harus mampu mengelola emosi dan menjaga keteladanan saat berhadapan dengan siswa.
“Ketika berhadapan dengan murid guru tetap miliki keteladanan dan memberikan contoh kebaikan,” katanya.
Hadirkan Pakar Psikologi dan Parenting
Dalam pelatihan tersebut, FP SPS IKBA menghadirkan narasumber dari kalangan pakar psikologi dan parenting, yakni Nyimas Diane.
Materi yang diberikan berfokus pada penguatan mental guru, pengelolaan emosi, pola komunikasi positif terhadap anak, serta strategi menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan.
Panitia berharap pelatihan tersebut dapat membantu guru menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks di era modern.
Dindikbud Sebut Tantangan Pendidikan Semakin Berat
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, mengapresiasi FP SPS IKBA yang dinilai telah mempelopori kegiatan penguatan kesehatan mental bagi tenaga pendidik.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin besar, terutama karena sebagian orang tua dinilai mulai memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak.
“Jadi sekarang pendidikan kita sangat luar biasa, masyarakat atau orang tua kurang perhatian terhadap anaknya, bahkan ada orang tua yang datang ke rumah anaknya sudah tidur dan berangkat anaknya masih tidur, maka guru harus menggantikan menjadi orang tua,” tuturnya.
Karena itu, Aber menilai guru harus memiliki kesehatan mental yang baik agar mampu menjalankan peran pendidikan sekaligus pembinaan karakter anak.
Sejalan dengan Program Anak Indonesia Hebat
Aber mengatakan kegiatan tersebut juga relevan dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pembentukan karakter anak Indonesia hebat.
Ia menyebut terdapat tujuh kebiasaan utama yang harus dibangun sejak dini kepada anak-anak Indonesia.
“Ada tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, pertama anak harus cepat tidur, kedua bangun pagi, beribadah, makan makanan sehat dan bergizi, bermasyarakat, gemar belajar. Ini harus diberi contoh oleh gurunya,” ujarnya.
Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam membentuk kebiasaan positif dan karakter generasi muda.
DKBPPPA Sebut Pendidikan Kunci Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Haerofiatna, menilai kegiatan tersebut sangat positif dalam mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pendidikan sejak usia dini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan indeks pembangunan manusia di masa depan.
“Ini keren banget untuk menciptakan generasi utuh paripurna menuju Indonesia emas 2045,” ujarnya.
Haerofiatna bahkan menyebut program tersebut sebagai langkah membentuk “MAUNG” atau Manusia Unggul menuju tahun 2045.
“Jadi dalam menciptakan manusia unggul ini butuh sekali perhatian terutama dari mulai pendidikan, karena pendidikan ini berdampak terhadap indeks pembangunan manusia. Pendidikan ini tidak hanya kuliah, tapi dari mulai PAUD, TK, SD, SMP dan SMA,” pungkasnya.

.gif)