< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Gubernur Banten : Pengusaha Muda Dinilai Jadi Motor Penggerak Ekonomi Baru di Banten

Jumat, 08 Mei 2026 | Jumat, Mei 08, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-08T00:01:10Z

 


 KOTA SERANG KONTAK BANTEN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menilai pengusaha muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi baru di daerah. Di tengah pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,64 persen pada Triwulan I tahun 2026, sektor pangan, agrikultur, dan investasi disebut menjadi peluang usaha paling potensial untuk dikembangkan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Banten, Achmad Andra Soni, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Banten Tahun 2026 di Aula Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Kamis (7/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Andra Soni menegaskan bahwa pengusaha muda harus mampu membaca perubahan arah ekonomi dan menangkap peluang usaha yang memiliki prospek jangka panjang, terutama sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Saat ini peluang yang sangat potensial di Banten adalah sektor agrikultur dan pangan. Ini peluang yang bisa dimanfaatkan pengusaha muda karena kebutuhan pasarnya besar dan dekat dengan Jakarta,” ujar Andra Soni.

Pertumbuhan Ekonomi Banten Tunjukkan Tren Positif

Menurut Andra, kondisi ekonomi Banten saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada Triwulan I 2026 mencapai 5,64 persen.

Dari sejumlah sektor usaha, pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 17,88 persen. Angka tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa sektor pangan dan agrikultur masih memiliki ruang pengembangan yang sangat besar.

Ia mengatakan, kebutuhan pangan masyarakat akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah penyangga ibu kota seperti Banten.

“Ini menunjukkan bahwa sektor pangan dan pertanian bukan sektor yang bisa dipandang sebelah mata. Justru ke depan menjadi sektor yang sangat menjanjikan,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Buka Peluang Baru

Selain pertumbuhan ekonomi daerah, Andra Soni juga menyoroti peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini mulai dipersiapkan pemerintah pusat.

Menurutnya, program tersebut akan menciptakan rantai ekonomi baru yang melibatkan sektor pertanian, peternakan, distribusi pangan, hingga industri pengolahan makanan.

“Sebagian besar anggaran dalam program MBG itu bergerak di sektor pangan dan pertanian. Ini peluang besar kalau mampu dibangun ekosistem usahanya dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap HIPMI Banten mampu mengambil peran dalam membangun jaringan usaha produktif yang mendukung program tersebut, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga penguatan UMKM lokal.

Pengusaha Muda Diminta Ciptakan Lapangan Kerja

Dalam forum tersebut, Andra juga meminta para pengusaha muda tidak hanya fokus membangun keuntungan bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Menurutnya, peran pengusaha muda sangat penting dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus mengurangi angka pengangguran di Banten.

“Pengusaha muda harus menjadi bagian dari solusi ekonomi daerah. Tidak hanya membangun usaha sendiri, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan memperkuat daya saing ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi salah satu kunci penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

HIPMI Diminta Adaptif Hadapi Perubahan Ekonomi

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Banten, Rifky Hermansyah, mengatakan pengusaha muda saat ini dituntut lebih adaptif dalam melihat perkembangan pasar dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sektor usaha konvensional saja tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan ekonomi masa depan. Karena itu, pengusaha muda perlu mulai masuk ke sektor-sektor produktif seperti pangan, hortikultura, dan industri berbasis kebutuhan masyarakat.

“Supply dan demand sektor pangan ini sangat besar. Pengusaha muda harus mulai masuk ke sektor-sektor produktif yang punya prospek jangka panjang,” ujarnya.

Rifky mengatakan, HIPMI Banten berkomitmen mendorong anggotanya untuk lebih aktif membangun usaha berbasis inovasi dan kebutuhan riil masyarakat.

Rakerda Jadi Momentum Penguatan Jaringan Bisnis

Rakerda HIPMI Banten 2026 juga dirangkaikan dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari kalangan pengusaha dan praktisi bisnis.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kapasitas dan jaringan bisnis pengusaha muda di Provinsi Banten.

Ketua Panitia, Faizal Hermiansyah, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga wadah pembelajaran dan pengembangan usaha bagi anggota HIPMI.

“Forum ini bukan hanya konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang edukasi dan penguatan jaringan bisnis pengusaha muda,” katanya.

Melalui forum tersebut, HIPMI Banten berharap lahir lebih banyak pengusaha muda yang mampu bersaing, inovatif, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update