< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pemkot Serang Percepat Pembangunan Flyover Unyur, Antisipasi Penutupan Perlintasan Sebidang

Minggu, 17 Mei 2026 | Minggu, Mei 17, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-17T00:54:46Z

 


 

KOTA SERANG KONTAK BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mempercepat rencana pembangunan flyover di kawasan Unyur, Kecamatan Serang. Langkah tersebut dilakukan menyusul masa izin operasional perlintasan sebidang sementara di wilayah tersebut yang akan segera berakhir pada tahun 2026.

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pembangunan flyover Unyur menjadi kebutuhan mendesak karena jalur perlintasan saat ini berpotensi ditutup apabila tidak segera dibangun akses permanen.

Menurutnya, keberadaan flyover sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak penutupan jalur oleh Kementerian Perhubungan maupun pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Jalan ini sudah hampir habis izinnya dan kalau tidak segera dibangun akan ditutup oleh Kemenhub atau KAI. Alhamdulillah sekarang bisa terealisasi berkat bantuan Pak Gubernur Andra Soni,” ujar Budi, Kamis (14/5/2026).

Flyover Unyur Jadi Solusi Kemacetan Kota Serang

Selain untuk mengantisipasi penutupan perlintasan sebidang, flyover Unyur juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif guna mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Trondol yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di Kota Serang.

Kawasan Trondol kerap mengalami antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Dengan adanya flyover baru, arus kendaraan diharapkan dapat lebih terurai dan distribusi lalu lintas menjadi lebih merata.

Pemkot Serang menilai pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan konektivitas dan pelayanan transportasi di wilayah perkotaan.

Anggaran Capai Ratusan Miliar Rupiah

Budi Rustandi menjelaskan, pembangunan flyover dilakukan secara bertahap karena membutuhkan proses panjang, termasuk penyiapan lahan dan dukungan anggaran yang besar.

Untuk proyek flyover Trondol-Kaligandu yang direncanakan sebagai tahap lanjutan penanganan kemacetan, estimasi biaya pembebasan lahan mencapai sekitar Rp87 miliar. Sementara biaya pembangunan fisik flyover diperkirakan mencapai Rp220 miliar.

“Estimasi pembebasan lahannya hampir Rp87 miliar dan pembangunan flyover sekitar Rp220 miliar,” katanya.

Saat ini, Pemkot Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten mulai mempersiapkan berbagai tahapan pembangunan, mulai dari penetapan lokasi proyek hingga proses pembebasan lahan masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mendukung percepatan pembangunan flyover tersebut.

“Insyaallah akan dibangun, tetapi memang tidak bisa secepat membalikkan telapak tangan karena prosesnya cukup panjang,” ujar Budi.

Pemprov Banten Siapkan Betonisasi Jalan Trondol

Sebagai langkah penanganan sementara terhadap kemacetan di kawasan Trondol, Pemerintah Provinsi Banten dijadwalkan melakukan betonisasi jalan sepanjang sekitar satu kilometer pada Oktober 2026.

Program betonisasi itu diharapkan dapat memperbaiki kualitas jalan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sebelum proyek flyover direalisasikan sepenuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Serang juga akan melanjutkan perbaikan di sejumlah titik jalan lain yang masih membutuhkan penanganan agar konektivitas lalu lintas tetap terjaga.

Dishub Serang Sebut Flyover Mendesak Dibangun

Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang, Dul Barid menegaskan bahwa pembangunan flyover Unyur menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan izin operasional perlintasan sebidang sementara yang akan berakhir tahun ini.

Menurutnya, apabila pembangunan tidak segera dilakukan, ada potensi penutupan perlintasan yang dapat berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat di kawasan Unyur dan sekitarnya.

“Perlintasan di Unyur masih menggunakan perlintasan sebidang sementara dan izin operasionalnya akan berakhir tahun ini. Kalau tidak segera dibangun flyover, ada potensi perlintasan ditutup sehingga akses masyarakat terganggu,” kata Dul Barid.

Ia menambahkan, setelah flyover Unyur terealisasi, pemerintah juga akan melanjutkan pembangunan flyover Trondol-Kaligandu sebagai bagian dari solusi jangka panjang mengatasi kemacetan di Kota Serang.

Dengan adanya proyek tersebut, pemerintah berharap sistem transportasi di Kota Serang menjadi lebih lancar, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat.

Serang – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mempercepat rencana pembangunan flyover di kawasan Unyur, Kecamatan Serang. Langkah tersebut dilakukan menyusul masa izin operasional perlintasan sebidang sementara di wilayah tersebut yang akan segera berakhir pada tahun 2026.

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pembangunan flyover Unyur menjadi kebutuhan mendesak karena jalur perlintasan saat ini berpotensi ditutup apabila tidak segera dibangun akses permanen.

Menurutnya, keberadaan flyover sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak penutupan jalur oleh Kementerian Perhubungan maupun pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Jalan ini sudah hampir habis izinnya dan kalau tidak segera dibangun akan ditutup oleh Kemenhub atau KAI. Alhamdulillah sekarang bisa terealisasi berkat bantuan Pak Gubernur Andra Soni,” ujar Budi, Kamis (14/5/2026).

Flyover Unyur Jadi Solusi Kemacetan Kota Serang

Selain untuk mengantisipasi penutupan perlintasan sebidang, flyover Unyur juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif guna mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Trondol yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di Kota Serang.

Kawasan Trondol kerap mengalami antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Dengan adanya flyover baru, arus kendaraan diharapkan dapat lebih terurai dan distribusi lalu lintas menjadi lebih merata.

Pemkot Serang menilai pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan konektivitas dan pelayanan transportasi di wilayah perkotaan.

Anggaran Capai Ratusan Miliar Rupiah

Budi Rustandi menjelaskan, pembangunan flyover dilakukan secara bertahap karena membutuhkan proses panjang, termasuk penyiapan lahan dan dukungan anggaran yang besar.

Untuk proyek flyover Trondol-Kaligandu yang direncanakan sebagai tahap lanjutan penanganan kemacetan, estimasi biaya pembebasan lahan mencapai sekitar Rp87 miliar. Sementara biaya pembangunan fisik flyover diperkirakan mencapai Rp220 miliar.

“Estimasi pembebasan lahannya hampir Rp87 miliar dan pembangunan flyover sekitar Rp220 miliar,” katanya.

Saat ini, Pemkot Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten mulai mempersiapkan berbagai tahapan pembangunan, mulai dari penetapan lokasi proyek hingga proses pembebasan lahan masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mendukung percepatan pembangunan flyover tersebut.

“Insyaallah akan dibangun, tetapi memang tidak bisa secepat membalikkan telapak tangan karena prosesnya cukup panjang,” ujar Budi.

Pemprov Banten Siapkan Betonisasi Jalan Trondol

Sebagai langkah penanganan sementara terhadap kemacetan di kawasan Trondol, Pemerintah Provinsi Banten dijadwalkan melakukan betonisasi jalan sepanjang sekitar satu kilometer pada Oktober 2026.

Program betonisasi itu diharapkan dapat memperbaiki kualitas jalan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sebelum proyek flyover direalisasikan sepenuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Serang juga akan melanjutkan perbaikan di sejumlah titik jalan lain yang masih membutuhkan penanganan agar konektivitas lalu lintas tetap terjaga.

Dishub Serang Sebut Flyover Mendesak Dibangun

Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang, Dul Barid menegaskan bahwa pembangunan flyover Unyur menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan izin operasional perlintasan sebidang sementara yang akan berakhir tahun ini.

Menurutnya, apabila pembangunan tidak segera dilakukan, ada potensi penutupan perlintasan yang dapat berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat di kawasan Unyur dan sekitarnya.

“Perlintasan di Unyur masih menggunakan perlintasan sebidang sementara dan izin operasionalnya akan berakhir tahun ini. Kalau tidak segera dibangun flyover, ada potensi perlintasan ditutup sehingga akses masyarakat terganggu,” kata Dul Barid.

Ia menambahkan, setelah flyover Unyur terealisasi, pemerintah juga akan melanjutkan pembangunan flyover Trondol-Kaligandu sebagai bagian dari solusi jangka panjang mengatasi kemacetan di Kota Serang.

Dengan adanya proyek tersebut, pemerintah berharap sistem transportasi di Kota Serang menjadi lebih lancar, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update