SERANG KONTAK BANTEN – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui Program CRASH (Capacity Reinforcement and Acceleration for Supporting Human Resources) yang difokuskan bagi tenaga kependidikan (tendik). Program yang digagas Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran ini digelar di Ruang Multimedia Gedung Rektorat Kampus Sindangsari, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Untirta Fatah Sulaiman, Wakil Rektor Bidang Akademik Rusmana, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Asep Ridwan, Ketua LPMPP Wahyu Susihono, serta jajaran pimpinan unit dan tenaga kependidikan lainnya.
Dorong Transformasi Peran Tendik
Ketua LPMPP, Wahyu Susihono, menegaskan bahwa program CRASH merupakan langkah strategis dalam mempercepat penguatan kualitas SDM tendik agar lebih adaptif dan profesional.
“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi tendik agar mampu menghadirkan layanan yang berdampak. Kita ingin tendik bergerak dari peran administratif menuju layanan strategis berbasis data dan digital,” ujarnya.
Tendik Jadi Garda Terdepan Layanan
Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, menekankan bahwa peran tenaga kependidikan sangat vital dalam mendukung seluruh proses di lingkungan kampus.
“Tendik adalah penggerak yang memastikan sistem berjalan tanpa hambatan. Mereka bukan hanya pelaksana administratif, tetapi juga enabler dan fasilitator pelayanan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi transformasi digital di perguruan tinggi.
“Penguasaan teknologi, kecepatan respons, dan akurasi data menjadi kompetensi yang tidak bisa ditawar dalam tata kelola modern,” tegasnya.
Perkuat Budaya Kerja Kolaboratif
Wakil Rektor Bidang Akademik, Rusmana, menyebut program CRASH sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kerja kolaboratif.
“Penguatan SDM tendik harus berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan dan mendukung target strategis universitas,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Asep Ridwan, menambahkan bahwa peningkatan kinerja tendik tidak lepas dari motivasi, budaya kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
“Tendik harus siap berubah dan meninggalkan pola kerja lama yang tidak lagi relevan,” jelasnya.
Bahas Strategi Peningkatan Kinerja
Dalam kegiatan ini, sejumlah narasumber dari LPMPP Untirta turut memaparkan materi strategis, mulai dari peningkatan kinerja SDM tendik, analisis jabatan, penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU), hingga peran tendik dalam mendukung akreditasi unggul.
Program ini juga menghadirkan pembahasan mendalam terkait transformasi tata kelola berbasis data serta peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional maupun global.
Komitmen Tingkatkan Daya Saing
Melalui program CRASH, Untirta menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi tenaga kependidikan menjadi agen perubahan yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan mutu layanan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing institusi sekaligus menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang lebih profesional, adaptif, dan berbasis digital.

.gif)