JAKARTA KONTAK BANTEN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong penguatan sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dengan Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) guna mempercepat realisasi berbagai proyek infrastruktur strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah.
Hal tersebut disampaikan AHY usai menghadiri Rapat Gabungan Dewan Pengawas dan BPI Danantara di Jakarta, Senin (15/6/2026). Menurutnya, keberadaan Danantara, khususnya melalui Danantara Development Management Fund (DDMF), memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembiayaan proyek-proyek pembangunan jangka panjang.
“Bagi kami di Kemenko Infrastruktur, DDMF akan menjadi mitra strategis karena salah satu fokus utamanya adalah pembangunan nasional dan infrastruktur esensial yang sejalan dengan agenda prioritas Presiden,” ujar AHY.
Dukung Pembiayaan Infrastruktur Prioritas
Dalam rapat tersebut, pemerintah bersama jajaran Danantara membahas sejumlah proyek prioritas nasional yang dinilai memiliki dampak besar terhadap konektivitas, ketahanan wilayah, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam pertemuan itu CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, CIO Pandu Sjahrir, COO Dony Oskaria, dan CTO Sigit Puji Santosa beserta jajaran lainnya.
AHY menegaskan bahwa proyek-proyek yang dibahas membutuhkan dukungan investasi besar dan berkelanjutan agar dapat direalisasikan sesuai target pemerintah.
Giant Sea Wall Jadi Proyek Mendesak
Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang dirancang untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan laut.
Proyek tersebut diprioritaskan untuk wilayah pesisir Teluk Jakarta serta sejumlah daerah di pesisir utara Jawa Tengah seperti Semarang, Kendal, dan Demak yang selama ini kerap terdampak banjir rob.
“Ini sudah sangat mendesak. Ada sejumlah daerah yang membutuhkan perlindungan melalui pembangunan Giant Sea Wall karena menghadapi penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan banjir rob,” kata AHY.
Menurutnya, keberadaan tanggul laut raksasa tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan wilayah pesisir, tetapi juga menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim dan mitigasi bencana jangka panjang.
Percepatan Pengembangan Jaringan Kereta Api
Selain perlindungan kawasan pesisir, AHY juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan sektor transportasi, khususnya perkeretaapian nasional.
Pemerintah mendorong revitalisasi jalur kereta eksisting, reaktivasi jalur yang tidak lagi beroperasi, serta pembangunan jalur baru di berbagai wilayah seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Menurut AHY, pengembangan jaringan kereta api memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperkuat sistem logistik nasional.
“Fokusnya bukan hanya transportasi manusia, tetapi juga logistik. Ini penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang dan memperkuat daya saing ekonomi nasional,” jelasnya.
Dengan jaringan kereta yang semakin luas dan terintegrasi, biaya logistik diharapkan dapat ditekan sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dukung Program Pembangunan 3 Juta Rumah
Pada sektor perumahan, AHY menekankan perlunya dukungan pembiayaan yang kuat untuk menyukseskan target pembangunan 3 juta rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Menurutnya, kebutuhan hunian masyarakat terus meningkat sehingga diperlukan skema pendanaan yang berkelanjutan agar akses terhadap rumah layak dan terjangkau dapat diperluas.
“Pendanaan yang kuat menjadi faktor penting untuk memastikan program perumahan dapat berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan mampu mengurangi backlog perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor konstruksi dan industri pendukung lainnya.
Infrastruktur Sebagai Investasi Masa Depan
AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing bangsa di masa depan.
Karena itu, setiap proyek strategis harus dirancang secara matang, memiliki skema pembiayaan yang sehat, serta dilaksanakan dengan tata kelola yang baik agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan Danantara menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan nasional karena mampu menghadirkan sumber pembiayaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kita ingin memastikan pembangunan yang dilakukan hari ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi yang kuat bagi generasi mendatang,” kata AHY.
Apresiasi Pendanaan Global Danantara
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi capaian Danantara yang berhasil menghimpun pendanaan global melalui penerbitan obligasi senilai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia serta kemampuan Danantara dalam mengelola investasi untuk proyek-proyek strategis nasional.
“Ini merupakan milestone penting dan menjadi bentuk kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Kami tentu mengapresiasi kerja keras Danantara yang terus menunjukkan progres positif,” ujarnya.
Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas
Ke depan, AHY berharap sinergi antara pemerintah dan Danantara dapat terus diperkuat guna mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa seluruh proses investasi harus dijalankan secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan secara akuntabel dan transparan, sehingga setiap investasi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” pungkas AHY.

.gif)