SERANG KONTAK BANTEN – Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Kota Serang menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) dan Kantor DPRD Provinsi Banten, Kamis (25/6/2026). Aksi yang mengangkat isu evaluasi kinerja pemerintah dan kesejahteraan rakyat Banten tersebut berlangsung tertib, aman, dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian.
Sekitar 75 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Kota Serang turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Mereka berasal dari HMI DIPO Serang, HMI MPO Serang, LMND Serang, GMNI Serang, dan IMM Serang.
Massa aksi memulai kegiatan dengan melakukan long march dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten menuju Kawasan KP3B, sebelum melanjutkan aksi dan dialog di depan Kantor DPRD Provinsi Banten.
Soroti Kondisi Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan ekonomi yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Mereka menilai kondisi ekonomi saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan akibat ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik di berbagai negara, serta meningkatnya persaingan ekonomi dunia yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Mahasiswa meminta pemerintah daerah lebih serius dalam menyusun kebijakan yang mampu memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Tuntut Pengurangan Pengangguran dan Kemiskinan
Salah satu isu utama yang disuarakan dalam aksi tersebut adalah tingginya angka pengangguran dan kemiskinan yang masih menjadi persoalan di Provinsi Banten.
Mahasiswa meminta pemerintah daerah bersama DPRD Provinsi Banten untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat, membuka peluang investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan kerja.
Menurut mereka, upaya tersebut penting dilakukan agar generasi muda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah
Selain persoalan pengangguran dan kemiskinan, mahasiswa juga menuntut adanya penguatan kemandirian ekonomi daerah. Mereka menilai Banten memiliki potensi besar yang harus dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mahasiswa mendorong pemerintah agar lebih fokus mengembangkan sektor-sektor unggulan daerah, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta meningkatkan daya saing ekonomi lokal.
Minta Pengelolaan SDA Berpihak kepada Rakyat
Dalam aksinya, mahasiswa juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang lebih optimal dan berkeadilan.
Mereka berharap kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Banten dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, bukan hanya bagi kelompok tertentu. Oleh karena itu, pemerintah diminta memastikan setiap kebijakan pengelolaan sumber daya alam berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
DPRD dan Pemprov Banten Terima Aspirasi Mahasiswa
Aspirasi yang disampaikan mahasiswa mendapat respons langsung dari perwakilan Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten.
Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, serta Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo hadir menemui peserta aksi dan berdialog secara langsung.
Dalam pertemuan tersebut, para pejabat menerima berbagai masukan dan tuntutan yang disampaikan mahasiswa serta berkomitmen untuk menjadikannya sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Polisi Lakukan Pengamanan Humanis
Pengamanan aksi dilakukan oleh personel Polresta Serang Kota bersama personel gabungan Polda Banten. Aparat melakukan pengawalan sejak titik keberangkatan massa hingga aksi berakhir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria mengatakan bahwa Polri memiliki kewajiban untuk mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum agar berlangsung sesuai aturan yang berlaku.
"Aksi penyampaian pendapat merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, Polri hadir untuk memberikan pengamanan dan pelayanan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif," ujar Yudha.
Pengamanan juga dipantau langsung oleh Karoops Polda Banten Kombes Pol Yofie Girianto, Dirsamapta Polda Banten Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno, Dirintelkam Polda Banten Kombes Pol Atot Irawan, serta jajaran personel gabungan Polda Banten dan Polresta Serang Kota.
Kapolresta Serang Kota mengapresiasi seluruh mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi secara damai serta personel yang menjalankan tugas pengamanan secara profesional dan humanis.
Setelah menyampaikan tuntutan dan melakukan dialog dengan pemerintah daerah serta DPRD Provinsi Banten, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman tanpa adanya gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.

.gif)