< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Andra Soni Ajak Para Ayah Terlibat Aktif dalam Pendidikan Anak Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor

Sabtu, 20 Juni 2026 | Sabtu, Juni 20, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-20T01:57:25Z

 



SERANG, KONTAK BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni mengajak para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam proses pendidikan dan tumbuh kembang anak melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR). Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial saat pembagian rapor sekolah, melainkan bagian dari upaya membangun karakter generasi masa depan melalui keterlibatan keluarga.

Andra Soni menegaskan bahwa GEMAR merupakan salah satu langkah strategis untuk menciptakan generasi emas Indonesia yang didukung oleh keluarga yang berkualitas dan harmonis.

“Ini merupakan upaya kita membentuk generasi emas yang didukung oleh keluarga berkualitas,” ujar Andra Soni.

Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan ibu, tetapi juga membutuhkan peran aktif seorang ayah. Kehadiran ayah dalam berbagai momen penting kehidupan anak diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis maupun karakter mereka.

Kehadiran Ayah Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak

Andra menjelaskan, pengambilan rapor sekolah merupakan salah satu momen penting yang memiliki nilai emosional bagi anak. Ketika seorang ayah hadir secara langsung untuk mendampingi anak menerima hasil belajarnya, hal tersebut akan menjadi pengalaman yang berkesan dan membangun kedekatan emosional dalam keluarga.

Menurutnya, kehadiran ayah saat pembagian rapor dapat meningkatkan rasa percaya diri anak sekaligus memberikan motivasi untuk terus berprestasi di sekolah.

“Momen sederhana seperti mengambil rapor bersama anak bisa menjadi kenangan yang terus diingat. Kehadiran ayah memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi perkembangan karakter dan mental anak,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan ayah dalam pendidikan tidak harus selalu diwujudkan melalui tindakan besar atau fasilitas yang mewah. Bentuk perhatian sederhana, seperti meluangkan waktu untuk hadir di sekolah, sudah memiliki dampak yang besar bagi anak.

Bukan Kewajiban, Tetapi Ajakan Kepedulian

Andra menegaskan bahwa Gerakan Ayah Mengambil Rapor bukanlah aturan yang bersifat wajib maupun bentuk tuntutan kepada para orang tua. Program tersebut lebih merupakan ajakan moral untuk meningkatkan kepedulian dan keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak.

Menurutnya, semakin banyak ayah yang hadir dan terlibat dalam kehidupan anak, maka semakin besar peluang terciptanya generasi yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan percaya diri.

“Gerakan ini bukan kewajiban. Ini adalah ajakan agar para ayah lebih peduli dan lebih hadir dalam perjalanan pendidikan anak-anak mereka,” ujarnya.

ASN Diminta Jadi Pelopor

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni juga meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk menjadi pelopor dalam menyukseskan Gerakan Ayah Mengambil Rapor.

Ia mengimbau para ASN untuk tidak hanya mengikuti gerakan tersebut bersama keluarganya masing-masing, tetapi juga turut menyosialisasikan pentingnya peran ayah kepada masyarakat, kerabat, dan lingkungan sekitar.

Menurut Andra, perubahan budaya pengasuhan perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan pemerintahan agar dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat luas.

“Ini merupakan simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia, dari yang semula terpusat pada peran ibu menjadi kolaboratif dan setara,” tuturnya.

Menuju Generasi Emas Indonesia 2045

Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Pemerintah Provinsi Banten berharap dapat mendorong terciptanya pola pengasuhan yang lebih seimbang antara ayah dan ibu dalam mendidik anak.

Keterlibatan kedua orang tua secara aktif diyakini akan melahirkan generasi yang lebih tangguh, berkarakter, berakhlak baik, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Pemprov Banten menilai keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, penguatan peran ayah dalam keluarga menjadi salah satu langkah penting untuk menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dengan semangat kebersamaan dalam keluarga, pemerintah berharap anak-anak Banten dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, percaya diri, dan memiliki karakter kuat sebagai modal pembangunan bangsa di masa mendatang. (*)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update