Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat banyak warga Pandeglang beralih ke Pertalite. Pengusaha kecil dan pekerja swasta mengaku pengeluaran semakin tertekan.
PANDEGLANG KONTAK BANTEN – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku sejak awal Juni 2026 mulai mengubah pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Sejumlah pengendara yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini memilih beralih ke Pertalite karena selisih harga yang dinilai cukup jauh dan lebih terjangkau bagi kondisi ekonomi saat ini.
Diketahui, harga Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp3.950 per liter dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter.
Perbedaan harga tersebut membuat sebagian masyarakat memilih menyesuaikan pengeluaran agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.
Pengusaha Kecil Terpaksa Berhemat
Ujang, pengemudi mobil niaga bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut galon air isi ulang, mengaku tidak sanggup jika harus terus menggunakan Pertamax untuk menunjang usahanya.
Menurutnya, keuntungan usaha yang dijalankan tidak terlalu besar sehingga kenaikan harga BBM sangat mempengaruhi biaya operasional.
“Ngisi Pertalite juga tidak banyak, paling Rp50.000 sampai Rp100.000, asal jalan saja. Karena usaha ini untungnya tidak besar, hanya sekitar Rp2.000 per galon. Belum lagi ada biaya lainnya, jadi keuntungan semakin berkurang,” ujar Ujang saat ditemui di SPBU 34.42204 Cipacung, Kabupaten Pandeglang, Kamis (11/6/2026).
Ia mengaku bersyukur Pertalite masih tersedia dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat membantu mempertahankan usahanya di tengah meningkatnya biaya operasional.
Pengendara Motor Pilih Pertalite
Hal serupa diungkapkan Adi, seorang pengendara sepeda motor yang mengaku kini harus lebih selektif dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.
Jika sebelumnya masih menggunakan Pertamax, kini ia terpaksa beralih ke Pertalite karena perbedaan harga yang semakin lebar.
“Kalau sebelum naik, selisih harga Pertamax dan Pertalite tidak terlalu jauh. Sekarang bedanya cukup besar. Dengan uang Rp20.000 bisa dapat dua liter Pertalite, sedangkan Pertamax hanya sedikit lebih dari satu liter,” katanya.
Menurut Adi, kenaikan harga BBM memberikan dampak langsung terhadap kondisi keuangan keluarga, terutama karena berbagai kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan harga.
“Penghasilan tidak ada kenaikan, sementara harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya terus naik. Dampaknya sangat terasa, terutama bagi karyawan swasta seperti saya,” ungkapnya.
SPBU Catat Pergeseran Konsumsi BBM
Sementara itu, Pengawas SPBU 34.42204 Cipacung, Rahmat Hidayat, membenarkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat pasca kenaikan harga BBM non-subsidi.
Meski tidak terlalu signifikan, pihaknya mencatat peningkatan permintaan terhadap Pertalite dibandingkan sebelumnya.
“Semenjak adanya perubahan harga beberapa jenis BBM non-subsidi pada 10 Juni lalu, memang permintaan Pertalite cukup meningkat. Kemungkinan karena sebagian pengguna Pertamax beralih ke Pertalite yang harganya lebih murah,” kata Rahmat.
Namun demikian, ia memastikan stok Pertalite di SPBU tersebut masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Stok Pertalite dan Pertamax Dipastikan Aman
Rahmat menjelaskan, pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga terus berjalan sesuai kebutuhan dan permintaan SPBU.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, SPBU 34.42204 Cipacung setiap hari menerima pasokan sekitar 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax.
“Untuk saat ini stok aman. Kami selalu mendapatkan kiriman BBM sesuai pesanan. Bahkan sejak kenaikan harga, tidak terlihat antrean panjang kendaraan di jalur Pertalite,” jelasnya.
Ia menambahkan, SPBU tersebut hanya menjual empat jenis BBM, yakni Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex.
“Dari empat jenis BBM yang kami jual, permintaan paling tinggi masih Pertalite dan Pertamax,” pungkasnya.
Kenaikan harga BBM non-subsidi ini diperkirakan masih akan memengaruhi pola konsumsi masyarakat dalam beberapa waktu ke depan. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, banyak warga memilih alternatif bahan bakar yang lebih terjangkau untuk menjaga keseimbangan pengeluaran rumah tangga maupun biaya operasional usaha.
Kata Kunci SEO: Harga Pertamax naik, Pertalite Pandeglang, BBM naik 2026, Pertamax Rp16.250, Pertalite Rp10.000, SPBU Cipacung Pandeglang, harga BBM terbaru, warga beralih ke Pertalite, dampak kenaikan BBM, ekonomi masyarakat Pandeglang.
.gif)