![]() |
| konferensi pers Kemenhan |
JAKARTA, KONTAK BANTEN – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada masing-masing keluarga lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab penyelenggara sekaligus wujud perhatian negara kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia.
Menurut Ketut, Kemhan tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga melakukan pendampingan penuh sejak peserta mengalami kondisi darurat hingga proses pemakaman selesai dilaksanakan.
"Kita juga membantu proses mulai dari pemakaman, termasuk juga ada santunan yang diberikan kepada keluarga yang bersangkutan. Langsung sampai pengantaran mulai dari proses kejadian di tempat sampai dengan pemakaman," ujar Ketut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).
Ia menegaskan, setiap keluarga peserta yang meninggal menerima santunan sebesar Rp50 juta sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian negara melalui penyelenggara program.
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian kita sebagai penyelenggara khususnya sebagai representasi negara, kita memberikan santunan ya setiap orang itu Rp50 juta," sambungnya.
Kemhan Lanjutkan Pendampingan Keluarga Korban
Ketut menambahkan, perhatian pemerintah tidak berhenti pada pemberian santunan saja. Kemhan juga akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan keluarga yang ditinggalkan untuk memastikan proses pendampingan berjalan dengan baik.
Menurutnya, hal tersebut penting agar keluarga korban tetap mendapatkan dukungan, baik secara administratif maupun emosional, pascakejadian yang menimpa para peserta.
"Sekaligus tidak putus di sana kita juga tetap melaksanakan komunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan untuk koordinasi dan komunikasi lebih lanjut," katanya.
Sebelumnya, lima peserta SPPI dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian Latsarmil untuk calon manajer KDKMP di sejumlah lokasi pelatihan.
Peristiwa ini kemudian memicu perhatian publik serta dorongan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, khususnya terkait aspek keselamatan peserta dan standar pelatihan.

.gif)