SUKABUMI KONTAK BANTEN – Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Villa Arsa, kawasan wisata Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 2-3 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi dalam memperkuat soliditas anggota sekaligus merumuskan berbagai program kerja strategis untuk periode mendatang.
Mengusung tema "Perkuat Soliditas Organisasi Melalui Program Kerja Nyata", raker diikuti seluruh pengurus dan anggota Pokja WHTR yang bertugas di wilayah Tangerang Raya. Kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi organisasi setelah berbagai agenda yang telah dilaksanakan sepanjang tahun, termasuk kegiatan sosial dan keagamaan selama Ramadan 2026.
Ketua Panitia Raker Pokja WHTR 2026, Hendra Wibisana, mengatakan pemilihan lokasi di kawasan Situ Gunung dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif dan nyaman sehingga peserta dapat lebih fokus dalam berdiskusi serta merumuskan program-program organisasi ke depan.
Menurut Hendra, Raker 2026 tidak hanya menjadi forum formal organisasi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antaranggota yang selama ini disibukkan dengan aktivitas jurnalistik di lapangan.
"Kami sengaja memilih lokasi yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan agar peserta dapat lebih fokus dan nyaman dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain itu, momentum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menyatukan kembali visi organisasi setelah berbagai agenda yang telah dilaksanakan sebelumnya," ujar Hendra, Rabu (3/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Raker 2026 membahas tiga agenda utama organisasi, yaitu penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pengurus, pembubaran panitia kegiatan Ramadan 2026, serta pembahasan dan penyusunan program kerja untuk periode mendatang.
LKPJ pengurus menjadi bagian penting dalam forum tersebut sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama satu tahun terakhir. Sementara pembubaran panitia Ramadan dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan yang digelar Pokja WHTR pada bulan suci Ramadan dinyatakan selesai.
Selain melakukan evaluasi, peserta raker juga memberikan berbagai masukan dan gagasan terkait pengembangan organisasi agar lebih adaptif terhadap tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.
Ketua Pokja WHTR, Mus Mulyadi, menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam Raker 2026 memiliki makna mendalam bagi keberlangsungan organisasi. Menurutnya, soliditas organisasi tidak cukup dibangun hanya melalui pertemuan rutin atau komunikasi internal, tetapi harus diwujudkan melalui program kerja yang nyata dan memberikan manfaat langsung bagi seluruh anggota.
"Soliditas itu bukan sekadar berkumpul atau hadir dalam kegiatan organisasi. Soliditas harus diwujudkan melalui kerja bersama, saling mendukung, dan melaksanakan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota maupun masyarakat," kata Mus.
Ia menjelaskan, dunia pers saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, hingga meningkatnya tuntutan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Karena itu, organisasi wartawan harus terus memperkuat kapasitas anggotanya agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurut Mus, Pokja WHTR selama ini berkomitmen menjadi wadah yang tidak hanya mempererat hubungan antarwartawan, tetapi juga mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme para jurnalis yang bertugas di wilayah Tangerang Raya.
Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam Raker 2026 adalah dibukanya pendaftaran anggota baru Pokja WHTR. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi sekaligus memberikan kesempatan kepada wartawan harian lainnya di Tangerang Raya untuk bergabung dan berkembang bersama.
Pembukaan anggota baru diharapkan dapat memperkuat keberadaan Pokja WHTR sebagai organisasi profesi yang mampu mewadahi para jurnalis dari berbagai media dengan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan independensi pers.
"Regenerasi organisasi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan Pokja WHTR. Kami ingin memberikan ruang bagi wartawan-wartawan muda yang memiliki semangat, integritas, dan profesionalisme untuk turut membangun organisasi ini ke depan," ujarnya.
Selain membahas penguatan organisasi, peserta raker juga merumuskan sejumlah program kerja yang akan menjadi prioritas pelaksanaan pada tahun mendatang. Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas anggota, memperkuat hubungan kemitraan dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kontribusi organisasi terhadap masyarakat.
Mus berharap seluruh hasil pembahasan dalam Raker 2026 dapat segera direalisasikan sehingga tidak hanya menjadi dokumen organisasi semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata.
"Saya berharap seluruh gagasan dan rekomendasi yang lahir dari raker ini dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan begitu, Pokja WHTR dapat terus menjadi organisasi wartawan yang profesional, independen, solid, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pers maupun masyarakat luas," tegasnya.
Raker Pokja WHTR 2026 ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus menjaga kekompakan organisasi, meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik, serta memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

.gif)