JAKARTA KONTAK BANTEN – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada energi dalam waktu paling lambat empat tahun melalui pengembangan program biodiesel B50, yakni bahan bakar solar yang mengandung campuran 50 persen minyak kelapa sawit. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6). Menurut Prabowo, keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan menjadi modal penting untuk melangkah menuju kemandirian energi.
"Kita akan menuju swasembada BBM serta swasembada energi. Dengan demikian kita tidak akan impor dari luar negeri," tegas Prabowo.
Target Hentikan Impor BBM
Prabowo mengatakan pemerintah berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan BBM nasional dari produksi dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor energi yang selama ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menegaskan Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan harus dikelola secara optimal untuk kepentingan bangsa. Menurutnya, kekayaan alam Indonesia tidak boleh terus bergantung pada pihak luar tanpa memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.
B50 Jadi Strategi Utama
Presiden menjelaskan program B50 akan menjadi instrumen utama dalam mempercepat swasembada energi. Melalui penggunaan biodiesel dengan campuran 50 persen minyak sawit, pemerintah optimistis konsumsi BBM impor dapat ditekan secara signifikan.
Selain menghemat devisa negara, kebijakan ini juga akan meningkatkan penyerapan hasil produksi kelapa sawit nasional, memperkuat hilirisasi industri sawit, serta memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha di sektor perkebunan.
Pembangunan Butuh Proses
Prabowo mengakui bahwa membangun kemandirian pangan dan energi bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Ia mengibaratkan sektor pertanian yang membutuhkan proses hingga menghasilkan panen.
"Hasil pertanian butuh waktu. Padi baru panen setelah beberapa bulan. Sawit dan singkong juga membutuhkan proses," ujarnya.
Menurut Presiden, berbagai hasil positif mulai terlihat berkat kebijakan pemerintah yang dijalankan secara konsisten. Karena itu, ia meminta seluruh elemen bangsa tetap optimistis mendukung program strategis nasional.
Swasembada Pangan Jadi Fondasi
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan keberhasilan swasembada pangan merupakan pijakan menuju swasembada energi. Pemerintah akan terus menjaga uang rakyat dengan mengurangi impor dan memanfaatkan sumber daya dalam negeri secara maksimal.
Saat ini pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi teknis serta infrastruktur pendukung agar implementasi program B50 dapat berjalan optimal. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap belanja impor energi dapat ditekan, ketahanan energi nasional semakin kuat, serta perekonomian Indonesia menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan.

.gif)