KAB SERANG KONTAK BANTEN Sebanyak 16 penyandang disabilitas di Kabupaten Serang mengikuti pelatihan barista yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang selama empat hari, mulai Selasa (7/7/2026). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta membuka peluang kerja dan usaha bagi para peserta.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Disnakertrans Kabupaten Serang dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang Kementerian Ketenagakerjaan, yang diinisiasi oleh Forum Penyandang Disabilitas Kabupaten Serang.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana A. Utami, mengatakan pelatihan barista dipilih karena profesi tersebut memiliki peluang yang semakin besar, baik di dunia kerja maupun sektor kewirausahaan.
"Kami menjembatani kebutuhan teman-teman disabilitas untuk mendapatkan pelatihan keterampilan. Alhamdulillah hari ini pelatihan dapat dibuka dengan diikuti 16 peserta. Ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Serang dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, bahwa penyandang disabilitas berhak mendapatkan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi," ujar Diana.
Menurut Diana, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta sehingga dapat mengembangkan usaha yang telah dimiliki maupun memperoleh peluang kerja baru.
"Pesertanya ada yang sudah bekerja, ada yang berwirausaha, bahkan ada yang sudah memiliki kantin. Dalam pelatihan ini mereka belajar membuat espresso hingga teknik latte art agar penyajian kopi menjadi lebih menarik dan memiliki nilai jual," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang, Muhammad Furqon, menjelaskan pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Juli 2026.
Menurutnya, seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti pelatihan yang difokuskan pada peningkatan kompetensi dan pengembangan keterampilan.
"Pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan bakat dan peningkatan kompetensi teman-teman penyandang disabilitas. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat mendukung usaha yang sedang dijalankan maupun membuka peluang usaha baru," ujar Furqon.
Ia menambahkan, Disnakertrans Kabupaten Serang juga akan melakukan pendampingan dan pemantauan setelah pelatihan selesai untuk memastikan kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Kami akan melakukan monitoring terhadap peserta setelah pelatihan. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha maupun terserap di dunia kerja, seperti keberhasilan peserta pada pelatihan security sebelumnya," pungkasnya.

.gif)