< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Bupati Dewi Setiani Pastikan MPLS Sekolah Rakyat Pandeglang Siap Digelar, Pembangunan Dikebut Capai Target Agustus 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 | Sabtu, Juli 25, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-25T11:04:41Z

 

PANDEGLANG, KONTAK BANTEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terus mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) yang dijadwalkan dimulai pada 31 Juli 2026. Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menggelar rapat terbatas (Ratas) sekaligus meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat, Jumat (24/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Bupati Dewi Setiani menegaskan bahwa seluruh pihak harus bekerja maksimal agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu dapat berjalan sukses sejak hari pertama pelaksanaan.

"Pada rapat ini kami ingin seluruh pihak menyampaikan progres persiapan. Sekolah Rakyat merupakan program Bapak Presiden yang harus kita sukseskan bersama," ujar Dewi Setiani.

Seluruh Persiapan Diminta Matang

Bupati meminta seluruh unsur yang terlibat terus memperkuat koordinasi, mulai dari kesiapan fasilitas pendidikan, tenaga pendidik, asrama, hingga kebutuhan konsumsi siswa.

Menurutnya, tidak boleh ada satu pun kebutuhan peserta didik yang terabaikan karena Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

"Seluruh persiapan harus dipastikan matang. Sarana prasarana, guru, asrama hingga kebutuhan siswa harus benar-benar siap sebelum MPLS dimulai," tegasnya.

Progres Pembangunan Capai 66 Persen

Sementara itu, Kasatker Prasarana Sekolah Rakyat, Astri Paramita, mengungkapkan pembangunan fisik Sekolah Rakyat Pandeglang saat ini telah mencapai 66 persen.

Pihaknya optimistis pembangunan dapat diselesaikan sepenuhnya pada Agustus 2026.

Untuk mengejar target tersebut, pelaksana proyek menambah jumlah tenaga kerja sekaligus memperpanjang jam kerja di lapangan.

"Kami terus melakukan percepatan pembangunan. Penambahan tenaga kerja dan jam kerja dilakukan agar target penyelesaian dapat tercapai," kata Astri.

MPLS Tetap Digelar 31 Juli

Meski pembangunan secara keseluruhan masih berlangsung, Astri memastikan kegiatan MPLS tetap dapat dilaksanakan sesuai jadwal karena fasilitas utama telah tersedia.

Gedung untuk jenjang SD, SMP, dan SMA telah selesai dibangun. Begitu pula dengan meja belajar, ruang kelas, serta fasilitas asrama seperti tempat tidur, kasur, dan lemari yang sudah siap digunakan.

"Fasilitas utama untuk kegiatan belajar mengajar maupun asrama sudah tersedia sehingga MPLS tetap dapat dilaksanakan pada 31 Juli mendatang," jelasnya.

Sebanyak 480 Siswa Siap Ikuti MPLS

Kepala Sekolah Rakyat Pandeglang, Siwi Astuti, mengatakan sebanyak 480 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA diproyeksikan mengikuti MPLS tahun ajaran perdana tersebut.

Ia mengakui jumlah siswa jenjang SD masih belum sepenuhnya terpenuhi. Namun, pihaknya optimistis seluruh kuota akan lengkap sebelum kegiatan MPLS dimulai.

"Untuk siswa SD memang masih ada kekurangan, tetapi kami pastikan sebelum MPLS seluruh kuota sudah terpenuhi," ujar Siwi.

Puluhan Guru dan Wali Asuh Disiapkan

Dalam mendukung proses pembelajaran, Sekolah Rakyat Pandeglang telah menyiapkan 37 guru, meski masih membutuhkan tambahan empat tenaga pengajar.

Selain itu, sekolah juga telah menyiapkan 13 wali asuh serta dua wali asrama guna mendampingi para siswa selama tinggal di lingkungan sekolah.

"Kami terus melengkapi seluruh kebutuhan agar proses belajar mengajar maupun pembinaan siswa berjalan optimal," katanya.

DPR RI Minta Program Dikawal Bersama

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah.

Menurut Rizki, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang sangat dibutuhkan karena mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan nelayan yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi dalam menyekolahkan anak-anak mereka.

"Warga Pandeglang mayoritas petani dan nelayan. Banyak yang terkendala biaya pendidikan. Di sinilah negara hadir memberikan solusi melalui Sekolah Rakyat," ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak ikut mengawal pelaksanaan program tersebut agar mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pandeglang.

"Program ini harus diawasi bersama dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Mari kita sukseskan program Bapak Presiden Prabowo agar semakin banyak anak yang memperoleh akses pendidikan yang layak," pungkasnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update